Kesehatan / Wawasan / Penyakit Ginjal Polikistik, Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Penyakit Ginjal Polikistik, Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Penyakit ginjal polikistik adalah salah satu penyebab dari gagal ginjal kronis. Penyakit ini merupakan sebuah kelainan pada ginjal dimana terdapat banyak kantung atau gelembung berisi cairan di dalam ginjal. Poli yang berarti banyak dan kista yang berarti kantung. Jika dianalogikan polikistik pada ginjal ini memiliki sistem seperti rayap. Apakah Anda dapat membayangkannya? Iya betul, bagus.

ginjal polikistik

http://medicastore.com/image_penyakit/2014.02.36.Penyakit%20Ginjal%20Polikistik_3.JPG

Polikistik ini dapat berkembang menjadi lebih banyak dan lebih besar. Mereka memiliki sifat untuk dapat menggerogoti jaringan ginjal. Itulah mengapa polikistik bisa dianalogikan sebagai rayap.

Tiap polikistik ini memiliki umur yang berbeda. Jika sudah sampai batas umurnya maka polikistik tersebut akan pecah, begitulah saya biasa mendeskripsikannya. Namun, sepertinya selain karena batas umur, polikistik pun dapat pecah karena guncangan atau benturan keras.

Saat ada polikistik yang pecah maka ada kemungkinan akan terjadi beberapa hal di bawah ini, yaitu:

  1. Pendarahan ini akan keluar bersamaan dengan urine. Urine bisa berubah menjadi warna merah darah segar, merah pekat, kecoklatan, atau sedikit jingga;
  2. Nyeri di sekitar perut bagian belakang atau samping bawah;
  3. Ngilu di pinggang dan tulang belakang;
  4. Ginjal akan terasa bengkak jika diraba;
  5. Permukaan kulit perut akan terasa panas;
  6. Suhu tubuh akan meningkat namun tidak demam;
  7. Kedinginan; dan
  8. Pusing.

Namun pendarahan yang terjadi pada pasien penyakit ginjal polikistik tidak hanya disebabkan oleh pecahnya polikistik semata. Pendarahan dapat juga terjadi karena penurunan fungsi ginjal yang lebih parah. Dengan menurunnya fungsi ginjal maka sistem filtrasi atau penyaringan pun akan terganggu. Maka dari itu, darah bersih yang seharusnya kembali ke tubuh tidak dapat disaring, melainkan akan terbuang ke saluran urine.

USG ginjal polikistik

http://medicastore.com/image_penyakit/2014.02.36.Ultrasonografi%20penyakit%20ginjal%20polikistik.jpg

Polikistik membutuhkan proses dan waktu yang lama untuk menyebabkan pasien mengalami gagal ginjal kronis terminal atau stadium akhir. Waktu yang dibutuhkan bisa tahunan hingga puluhan tahun. Polikistik dapat terditeksi sejak usia anak-anak. Saya diketahui memiliki kelainan penyakit polikistik ginjal ini sejak usia 4 tahun. Penyakit ini akhirnya menyebabkan saya ada di stadium gagal ginjal terminal pada 22 tahun kemudian. Prosesnya sangat lambat dan selama proses tersebut saya dapat hidup serta beraktivitas dengan normal.

Beberapa penyakit lain yang menyertai ginjal polikistik adalah:

  1. Hipertensi;
  2. Anemia;
  3. Asam urat;
  4. Vertigo;
  5. Batu ginjal; dan
  6. Infeksi ginjal.

Beberapa penyakit lain yang menyertai polikistik menyebabkan pasien dengan kelainan penyakit ini cukup reaktif terhadap beberapa makanan dan kegiatan. Beberapa jenis makanan yang menjadi pantangan bagi pasien adalah:

  1. Rasa asin yang berlebih;
  2. Kopi;
  3. Alpukat;
  4. Durian;
  5. Jeroan;
  6. Daging kambing dan bebek;
  7. Telur asin dan puyuh;
  8. Nanas;
  9. Nangka;
  10. Makanan pedas;
  11. Minuman bersoda, beralkohol, dan berenergi;
  12. Makanan berprotein tinggi (kacang-kacangan); dan
  13. Sayuran hijau (bayam, daun singkong, daun papaya, dll).

Jika pantangan ini ada yang dilanggar maka akan menyebabkan efek yang beragam bagi pasien, seperti:

  1. Keram;
  2. Kesemutan;
  3. Nyeri persendian;
  4. Pusing; dan
  5. Suhu tubuh meningkat.

Namun, tidak setiap orang memiliki pantangan makanan yang sama. Itu bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Saya menyarankan jika ingin sedikit mencoba pantangan makanan dan minuman, sebaiknya diatur sehari satu pelanggaran dan diberi jeda beberapa hari tiap pelanggaran. Konsumsi makanan dan minuman tersebut pun harus dalam jumlah sedikit atau wajar, tidak berlebihan. Hal ini dimaksudkan agak pasien dan keluarga memahami mana makanan dan minuman yang masih bisa dikonsumsi.

Sementara itu, beberapa kegiatan yang tidak boleh dilakukan atau sebaiknya dihindari adalah kegiatan yang bisa menimbulkan gunjangan, benturan, serta tekanan pada ginjal. Ketiga hal tersebut dapat membuat polikistik pecah. Selain itu aktivitas yang terlalu padat dan melelahkan pun dapat menyebabkan polikistik pecah.

Ada sebuah metode yang dapat dilakukan untuk menghilangkan polikistik tersebut, yaitu dengan mengeringkan cairan yang ada di dalamnya. Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan jarum kecil dan panjang dari luar tubuh hingga menembus ginjal dan polikistik tersebut. Namun metode ini hanya bersifat sementara karena polikistik masih dapat muncul dan berkembang kembali.

Saya pernah melakukan metode ini di tahun 2013. Saat itu bius yang dilakukan adalah bius lokal. Bius hanya bertahan 30 menit sedangkan operasi pengeringan cairan berlangsung selama 60 menit. Bius tidak bisa dilakukan secara total dikarenakan dapat membahayakan nyawa pasien.

Jika sudah lebih parah maka penyakit ginjal polikistik dapat berakibat pada stadium akhir gagal ginjal kronis. Jika pasien sudah berada pada stadium tersebut maka pasien harus mendapatkan terapi hemodialisis atau transplantasi ginjal.

Sumber referensi: Pengalaman pribadi.

Penulis: yossika tantri

Foto Profil dari yossika tantri
Saya bekerja dari rumah. Berkecimpung di dunia internet marketing dan kewirausahaan. sedang mengeksplor diri lebih jauh.

One comment

  1. Makasih infonya, silahkan kunjungi blog kamai juga – Manfaat Susu Kambing bagi kesehatan ginjal

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...