Kesehatan / Wawasan / Cimino Mempermudah Hemodialisis / Cuci Darah

Cimino Mempermudah Hemodialisis / Cuci Darah

Cimino adalah cara terbaru untuk melakukan hemodialisis. Di antara cara manual dan menggunakan kateter, pemasangan cimino ini lebih dianjurkan karena cukup aman dan tahan lama. Pemasangan cimino ini merupakan operasi kecil yang berlangsung kurang lebih 15-20 menit, bergantung pada kondisi pembuluh vena dan arteri di tangan.

cimino

http://m1.paperblog.com/i/242/2424006/que-es-necesario-saber-sobre-accesos-vascular-L-UIUMkT.png

Bius yang diberikan saat operasi cimino adalah bius lokal. Jadi pasien dapat melihat dengan cukup jelas bagaimana operasi ini dilakukan. Dalam operasi cimino ini tidak ada satu mesin atau alat pun yang dipasang di dalam tangan. Operasi cimino ini adalah proses dimana pembuluh vena dan arteri digabungkan membentuk fistula atau sambungan. Maka selang hemodialisis cukup dipasang di satu tangan. Selang merah di tangan bagian bawah dan selang biru di tangan bagian atas.

Setelah dioperasi, dokter akan memeriksa getaran aliran darah. Jika aliran terdengar lancar dan baik maka “penanaman” cimino tersebut berhasil dan kemungkinan besar dapat digunakan. Permukaan kulit akan dijahit dan diperban secara melilit.

Beberapa menit setelah operasi, efek obat bius akan hilang. Pada momen ini pasien akan merasakan pusing, nyeri di permukaan kulit yang baru dijahit, serta ngilu pada bagian dalam tangan. Hal yang harus dilakukan adalah:

  1. Tenangkan pasien;
  2. Kipasi pasien karena kemungkinan rasa nyeri menyebabkan pasien kepanasan;
  3. Segera makan; dan
  4. Minum obat. Dokter akan memberikan resep berupa obat penghilang rasa sakit dan obat demam.

Terdapat beberapa pantangan yang harus dilakukan dalam proses “penanaman” cimino ini, yaitu:

  1. Tangan tetap harus diluruskan, tidak boleh ditekuk selama 2 minggu;
  2. Tidak boleh disangga dengan menggunakan gips atau kayu (beberapa rumah sakit memperbolehkan dengan catatan tidak diikat terlalu kencang). Resiko yang terjadi adalah cimino akan mati dan itu berarti harus melakukan operasi ulang;
  3. Melakukan latihan remas bola agar cimino menjadi semakin kuat;
  4. Tidak boleh tertindih;
  5. Tidak boleh membawa atau menggendong barang berat;
  6. Tidak boleh ditensi;
  7. Tidak boleh disuntik;
  8. Tidak boleh ditekan atau diremas;
  9. Tidak boleh kena air selama 2-3 minggu (hingga perban dibuka);
  10. Tidak boleh diinfus; dan
  11. Tidak boleh menekan atau menopang.

Setelah beberapa hari setelah operasi, pasien diharuskan untuk melakukan pemeriksaan ulang. Perban akan dibuka dan getaran akan diperiksa. Biasanya getaran akan semakin kencang dan terlihat denyut di permukaan kulit. Setelah itu jahitan akan dibuka. Kemudian permukaan kulit akan ditutup kembali dengan perban kecil.

Dalam proses penyempurnaan ini, pasien sebaiknya rajin melakukan olahraga ringan remas bola. Pilihlah bola yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek. Aktivitas ini akan membantu pembentukkan cimino. Cimino akan siap digunakan pada minggu keenam setelah operasi.

Jika permukaan tangan disentuh, maka akan terasa getaran atau aliran yang menjalar. Tenang saja, itu bukan mesin tetapi darah yang mengalir. Pasien pun dapat mendengar suara desiran darah.

Apakah cimino bisa mati? Tentu saja bisa. Maka tetaplah menjaga pantangan yang disebutkan di atas. Selain itu dua hal lain yang membuat cimino mati adalah kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah yang terlalu rendah. Atur pola makan dan kegiatan dengan baik. Serta lakukan pemeriksaan darah minimal sebulan sekali.

Operasi cimino berkisar di angkar Rp 3.500.000,- (tahun 2015). Beberapa asuransi dan BPJS memiliki fasilitas untuk operasi ini baik terdapat pada fasilitas rawat jalan maupun rawat inap. Untuk melakukan operasi ini, pasien membutuhkan surat rekomendasi dari dokter ginjal.

Sebagai saran, jika pasien secara darurat harus dilarikan ke IGD karena suatu hal, pasien atau keluarga pasien wajib menjelaskan bahwa pasien menjalani hemodialisis. Selain itu pasien atau keluarga pasien pun harus menjelaskan bahwa di tangan kiri atau kanan pasien terdapat cimino. Hal ini dimaksudkan agar dokter atau perawat di IGD tersebut tidak melakukan pantangan yang dijelaskan di atas.

Operasi cimino bersifat permanen. Cimino dapat mempermudah dan meminimalisir rasa sakit saat proses hemodialisis. Cimino biasanya dianjurkan dipasang saat pasien berada pada stadium IV gagal ginjal. Fungsinya sebagai “payung sebelum hujan” karena cimino membutuhkan waktu enam minggu sebagai proses penyenpurnaan “penanaman” sebelum akhirnya dapat digunakan untuk hemodialisis.

Sumber: Pengalaman pribadi

Penulis: yossika tantri

Foto Profil dari yossika tantri
Saya bekerja dari rumah. Berkecimpung di dunia internet marketing dan kewirausahaan. sedang mengeksplor diri lebih jauh.

3 comments

  1. Ibu, saya mau nanya. Operasi cimino 3,5 jt di rumah sakit mana?

  2. Di RS PGI Cikini Pak. Seingat saya segitu di tahun 2015 awal. Kalau sekarang kurang tau berapa.

  3. ibu saya pertama kali Hd dengan cimino, bengkak, hingga Hd lwt cimino di hentikan dulu, setelah 2mg birunya hilang, tumbuh benjolan, apakah Hd dgn cimino spt ini?

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...