Kesehatan / Pola Hidup / Menyiapkan Sarapan Sehat Dan Praktis

Menyiapkan Sarapan Sehat Dan Praktis

Pasti banyak yang sudah tahu pentingnya sarapan pagi untuk kesehatan tubuh, yakni sebagai sumber energi beraktifitas hingga siang hari. Namun kenyataannya masih banyak orang yang memilih untuk tidak sarapan karena berbagai alasan. Salah satu alasan umum adalah, sempitnya waktu bersiap-siap di pagi hari.

Menyiapkan sarapan sehat dianggap akan makin memakan waktu bahkan akhirnya membuat terlambat tiba di tempat kerja atau sekolah. Sebenarnya  jika kita memahami apa sebenarnya yang dibutuhkan tubuh saat sarapan, niscaya kita tidak akan menganggap sarapan sebagai hal yang memakan waktu dan merepotkan.

Jika mengacu pada irama sirkadian tubuh, pagi hari bertepatan waktu sarapan adalah saat fase buang. Artinya, sebagian besar energi tubuh dikonsentrasikan untuk proses pembuangan sisa metabolisme. Bukan berarti pada fase ini tubuh tak bisa mencerna, Lho. Bisa, namun prioritas adalah pada proses buang.

sarapabuah

Gambar: Thinkstock.com

 

Apa hubungannya fase buang dengan menu sarapan sehat? Agar kita tidak mengganggu konsentrasi pada proses buang, seyogianya makanan yang diasup saat sarapan adalah makanan mudah cerna. Makanan paling ideal adalah buah-buahan segar. Fruktosa atau gula alami pada buah adalah sumber energi siap pakai yang sangat mudah dicerna.

Lho, apa tidak sakit perut pagi-pagi makan buah? Jangan salah, buahnya pun ada kriterianya, yaitu buah yang manis, berair, berserat dan matang sempurna. Dan jangan pula memilih buah durian, nangka maupun cempedak. Ketiganya tidak termasuk buah yang ideal digunakan sebagai sarapan.

Kalau tidak ada buah bagaimana? Pilihan kedua adalah sayuran segar/mentah, misalnya saja aneka salad sayur dengan telur rebus, atau bisa juga karedok dan semacamnya. Bagaimana kalau sarapan nasi? Boleh saja, namun itu pilihan terakhir, ya. Dan jangan menyandingkan nasi dengan protein hewani. Karena, protein hewani butuh upaya keras untuk dicerna, apalagi jika dikombinasikan dengan nasi atau karbohidrat lainnya.

Apapun pilihan Anda, pastikan pula mengunyahnya perlahan dan cukup. Setidaknya 30 kali kunyahan. Ini untuk memastikan makanan tercerna dengan memadai di dalam mulut. Ingat, di lambung, usus dan seterusnya, tak ada asesoris yang serupa gigi, lho. Jadi, pastikan makanan tergilas sempurna oleh gigi geligi kita. Dan berikan pula waktu yang cukup untuk makanan berkesempatan tersaluti air liur kita.

Ternyata, menyiapkan sarapan sehat tak sesulit dan serepot yang kita kira kan? Untuk buah, kita hanya perlu cuci, kupas, potong. Begitupun untuk sayuran, cukup disiangi dan dicuci, beres! Nah, bagaimana masih enggan menyiapkan sarapan?

 

 

Foto Profil dari widyanti yuliandari
Independent Product Consultant Sebuah Produk Kesehatan, Food Combiner, pecinta buah dan sayur lokal --- terapikanker.net | Fanpage Cara Sehat & Cantik Alami

4 comments

  1. siipp mak, nice artikel:)

  2. Foto Profil dari Neti Suriana

    Mbak wid ikut fc? aku batal trus dah mau praktekin fc, masakan di rumah terlalu sayang utk dilewatkan xixi… :D

  3. Foto Profil dari widyanti yuliandari

    Iya Mbak Neti. Lhoo…FC bisa makan apa saja kok mbak. Asal paduannya tepat. Hanya sarapannya aja kok buah :) siang kan bisa di hajarrr tuh semua masakan yg ada.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...