Kesehatan / Wawasan / Inilah Sebabnya Anak Kecil Dilarang Minum Kopi

Inilah Sebabnya Anak Kecil Dilarang Minum Kopi

Tidak sedikit mitos yang tersebar di masyarakat tentang masalah kesehatan. Satu diantaranya ialah mitos tentang pemberian kopi terhadap bayi dapat mencegah terjadi gangguan kejang. Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai warisan adat serta budaya. Padai wilayah pedalaman di Negara Indonesia, mitos-mitos mengenai kesehatan seperti ini masih sangat banyak kita dengar di sekeliling kita. Bukanlah menjadi hal yang aneh pula kemungkinan saja kondisi seperti ini masih berlaku di kota-kota besar.

Kopi

Kopi mengandung kadar kafein yang diserap oleh pencernaan bayi. Zat besi diperlukan untuk perkembangan serta pertumbuhan dan juga untuk pembentukan sel darah merah. Risiko terjadi anemia meningkat bagi bayi yang diberikan minuman kopi. Gangguan pencernaan bisa juga di alami  pada bayi serta anak yang diberikan minuman kopi karena kopi memiliki sifat iritatif yang dapat menimbulkan perlukaan terhadap saluran cerna.

Kafein memberi efek negatif pada sistem saraf otak. Kaafein bisa menimbulkan rasa gelisah, dapat mengganggu siklus tidur serta mood seseorang terlebih lagi pada seorang anak. Pada anak yang mempunyai masalah mengenai kecemasan, kaffein bisa menambah meningkatkan rasa cemas tersebut.

Kopi termasuk salah satu minuman yang sangat digemari tidak sekedar oleh orang tua, namun juga oleh anak-anak remaja. Untuk sebagian orang, kopi memang acap kali dijadikan senjata guna mengusir rasa kantuk, sebab kandungan kadar kafein di dalamnya.

Disamping kopi, teh, serta minuman ringan seperti kola biasanya mempunyai kandungan kafein. lebih-lebih sejumlah jenis minuman ringan mengandung kadar kurang lebih 10 hingga 50 miligram kafein per sajiannya. Namun di balik kenikmatannya itu, ppara ahli mengimbau agar anak-anak tidak meminumi kafein secara terus menerus dalam bentuk apapun. Kenapa?

Berikut merupakan penjelasan para ahlimengenai efek buruk kafein terhadap anak-anak kita:

Anak kecil dilarang minum kopi

* Roberta Anding, seorang pakar diet terdaftar,  serrta direktur nutrisi olahraga dari Children Hospital dari Houston serta seorang anggota dari Baylor College :

Sebuah penelitian yang diberitakan pada bulan Desember 2010 di jurnal Pediatrics mendapatkan bahwa 75 % anak-anak yang meminum kafein setiap hari, relatif mempunyai waktu tidur yang sedikit. Lebih-lebih ada sejumlah bukti yang mengatakan, jika Kamu memiliki anak yang mengalami gejala kecemasan, efek kafein malah akan menjadikan keadaan menjadi lebih buruk. Para pakar juga memenyarankan supaya para orang tua tidaklah membiarkan anak mereka terlampau sering mengkonsumsi minuman berenergi, sebab minuman tersebut mungkin mempunyai kadar kafein lebih tinggi ketimbang soda.

* Dr Marcie Schneider, seorang spesialis gizi anak serta remaja, sekkaligus seorang mantan anggota American Academy Pediatrics:

Ia beranggapan kafein buruk bagi anak-anak. Mengapa? Ia beralasan, sebuah kafein diserap dalam tiap-tiap jaringan tubuh. Konddisi separti ini dapat meningkatkan denyut jantung serta meningkatkan pada tekanan darah. Kafein bisa memicu perubahan pada suhu tubuh serta cairan di dalam lambung. Perubahan tersebut tidak sekedar bisa mengubah perhatian seseorang namun betul-betul dapat memunculkan persoalan gangguan tidur.

Anak-anak minum kopi

Bagi sejumlah orang, kafein mungkin bisa meningkatkan  keadaan ketenangan hati (mood) mereka. Namun untuk orang lain, kondisi seperti ini mungkin bisa menjadikan mood menjadi lebih buruk. Bagi anak-anak yang mengalami kondisi kecemasan tertentu ataupun bahkan mungkin berada pada bawah kondisi normal, kafein betul-betul dapat meningkatkan keadaan dalam kecemasan.

Kafein merupakan stimulan yang bisa mengubah nafsu makan pada anak-anak. Bila nafsu makan berubah, maka kondisi ini akan ikut serta mempengaruhi pertumbuhan mereka. Sebagian jenis minuman berenergi biasanya mengandung kadar guarana, yang berasal dari bahan ekstrak tanaman. Satu gram guarana sama halnya dengan 40 miligram kandungan kafein.

* Dr Nicole Caldwell, seorang asisten profesor pediatri, berasall dari Nationwide Children Hospital:

Kafein betul-betul tidak bagus untuk anak. Selama ini Food and Drug Administration (FDA) dari Amerika Serikat, tidak mempunyai pedoman berhubungan berapa batas aman untuk konsumsi kafein bagi anak-anak. Namun pemerintah di Kanada mempunyaii beberapa pedoman. Bagi anak berusia 4-6 tahun, konsumsi maksimum yang disarankan ialah 45 miligram setiap hari.

Caldwell menjelaskan, otak anak-anak relatif sedikit lebih sensitif terhadap kafein daripada otak orang dewasa.

Kondiisi ini lanjut Caldwell, bisa mengakibatkan anak-anak menjadi hiperaktif. Apallagi menurutnya, kafein juga dapat menjadikan seorang anak senantiasa ngerasa grogi, cemmas, mengalami gangguan pada perut serta mendorong masalah gejala gangguan tidur.

Ia menjelaskan, pada anak-anak yang mempunyai masalah denyut jantung (aritmia), kafein bisa meningkatkan rangsangan pada jantung, yang bisa memperburuk aritmia.

* Ann Condon-Meyers, seorang ahli diet terdaftar asal Children Hospital of Pittsburg:

Dampak buruk kafein termasuk diantaranya munculnya peningkatan detak jantung, hipertensi, peningkatan kecemasan serta muncul gangguan tidur. Kondisi lain yang dapat menambah buruk ialah fakta bila meminum minuman berkafein memiliki kandungan kadar gula yang tinggi. Bila anak Kamu terbiasa meminum lebih dari satu minuman yang manis tiap hari, pantas diwaspadai sebab ini bisa jadi indikasi awal untuk perkembangan obesitas.

Penulis: Topan Andrean

Foto Profil dari Topan Andrean

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...