Kesehatan / Wawasan / Tip Menyimpan dan Menggunakan Minyak Goreng

Tip Menyimpan dan Menggunakan Minyak Goreng

Minyak Zaitun

Minyak Goreng

Minyak goreng menjadi bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penggunaan minyak goreng dalam pengolahan makanan bertujuan sebagai penghantar panas, menambah cita rasa makanan, menambah kalori, serta menciptakan tesktur dan warna pada makanan. Bagaimana cara menggunakan minyak goreng yang baik?

Pada dasarnya, semua jenis lemak dapat digunakan untuk menggoreng. Namun untuk mendapatkan hasil gorengan yang bermutu dibutuhkan lemak khusus yang disebut minyak goreng. Sebelum minyak goreng ada, untuk menggoreng digunakan gajih dari hewan. Beberapa bangsa biasa menggunakan mentega untuk menggoreng berbagai makanan. Sejak minyak goreng memasyarakat, cara tersebut mulai ditinggalkan.

Di pasaran kita dapat menemukan pelbagai jenis minyak goreng. Minyak goreng sawit menjadi yang paling sering digunakan oleh masyarakat khususnya di pasar Asia. Selain itu, ada jenis minyak goreng lainnya, seperti minyak kedelai, zaitun, kelapa, canola, jagung, dan sebagainya. Karena sifat minyak goreng mudah teroksidasi kita pun harus mengetahui bagaimana cara menyimpan maupun menggunakan minyak goreng yang semestinya.

Adapun yang harusĀ  diperhatikan agar minyak goreng yang disimpan tetap terjaga mutunya:

  1. Selalu simpan minyak dalam wadah tertutup untuk menghindari oksidasi.
  2. Simpanlah wadah penyimpan di ruang yang suhunya stabil
  3. Hindarkan dari cahaya matahari langsung
  4. Jangan mencampur minyak baru dengan minyak yang sudah pernah digunakan, agar tidak terjadi pencemaran

Keempat langkah itu sebaiknya diperhatikan agar kualitas minyak tetap terjaga dengan baik. Untuk diketahui, tidak semua minyak selalu dapat digunakan untuk menggoreng. Karena setiap minyak memiliki kualitas yang berbeda-beda. Minyak yang memiliki titip asap yang tinggi adalah minyak yang baik untuk menggoreng. Tetapi, sekalipun minyak itu bermutu kalau cara penggunaannya tidak benar akan menurunkan kualitasnya. Maka dari itu, sebaiknya diperhatikan langkah-langkah berikut ini:

  1. Jika anda ingin menggoreng sesuatu gunakanlah minyak goreng yang baru dan bukan campuran
  2. Sekali pun ada memiliki beberapa jenis minyak yang belum digunakan jangan pernah mencampurnya, jika hendak menggoreng pakai minyak sawit, jangan dicampur dengan minyak kedelai atau lainnya.
  3. Hindari penggunaan minyak jelantah
  4. Hematlah dalam memakai minyak, sesuaikan dengan jumlah masakannya
  5. Jika ada beberapa jenis makanan, masaklah terlebih dahulu bahan pangan yang tidak menghasilkan busa. Contohnya, anda ingin menggoreng kerupuk dan telur ceplok, maka gorenglah kerupuk lebih dahulu, barulah telur.
  6. Jika hendak menumis, isilah wajan dengan sedikit air sebelumnya. Hangatkan air tersebut baru diisi dengan minyak. Langkah tersebut dapat menurunkan titik didih dan kualitas minyak dapat terhindar dari kerusakan yang besar. Mengingat, menumis berarti mengonsumsi pangan yang mengandung minyak itu.

Demikian tip menyimpan dan menggunakan minyak goreng yang baik. Semoga bermanfaat.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

8 comments

  1. Contoh minyak yang punya titik asap tinggi apa?

    • Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja

      Minyak sawit salah satunya, walaupun ada juga yang lebih tinggi seperti minyak bekatul tetapi karena sulit tidak mengapa menggunakan minyak sawit karena jauh lebih baik daripada minyak kedelai. Namun perlu diingat, sebaiknya tidak menggunakan minyak untuk menggoreng berkali-kali, sebaiknya cukup untuk dua kali penggorengan lalu diganti minyak yang baru.

  2. saya suka merasa sayang jika ada minyak sisa. Kalau mau dipakai lagi juga manfaat dari minyak tsb sudah tdk ada :( masih bingung menyiasatinya

    • Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja

      Iya sih Mbak kadang saya jg gitu, ada rasa sayang. Solusinya, jadi memang harus didesuaikan takarannya. Alangkah baiknya memang memakai wajan antilengket. Atau, misalnya mau bikin telur dadar, langsung saja minyak barunya satu sendok teh/makan sesuaikan dengan berapa banyak telurnya, misalnya dua butir, satu sendok cukup. lalu dicampur dengan dan dikocok bersama telurnya, lalu dimasak diwajan, hal itu dapat mencegah penghamburan minyak. Bahkan bisa masak ceplok tanpa minyak, caranya siapkan daun pisang taruh di atas wajan dengan api sedang, lalu masukkan telur ke atasnya, agak mirip serabi sih, tetapi bisa matang juga. Dan bisa disiasti dengan mengolah pangan dengan kadar air yang banyak. Direbus ataupun dikukus saja.

  3. Jika hendak menumis, isilah wajan dengan sedikit air sebelumnya. Hangatkan air tersebut baru diisi dengan minyak. Langkah tersebut dapat menurunkan titik didih dan kualitas minyak dapat terhindar dari kerusakan yang besar. Mengingat, menumis berarti mengonsumsi pangan yang mengandung minyak itu.

    tips ini baru aku tahu, terimakasih infonya.
    ^_^

  4. Saya sering banget tuh naro minyak goreng di kulkas, ampe beku malah hehehe

    Kayanya susah ya kalau harus sekali pake minyak gorengnya, selain karena mubazir, minyak kan udah mulai mahal sekarang hhe *gak mau rugi*

    Katanya sih boleh ya sekali dua kali di pake minyaknya, pernah liat tipsnya di dr.oz kalau gak salah hehehe

    Minyak yg bagus itu yg gimana sih? Minyak yang gak ada mereknya yg di jual di warung-warung? Atau minyak yang bermerek yang bisa di minum iti? Hehehe

    • Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja

      Sebaiknya simpan di suhu ruang saja, tidak perlu dalam kulkas. Ya, 2 sampai 3 kali masih boleh, tetapi itu pun kalau minyaknya masih tampak jernih, dan sebaiknya disaring biar sisa bekas masak tidak ikut. Kualitas minyak dilihat dari bahan dasar pembuatannya. Jadi merek nggak ngaruh sih. Cuma ya yang pakai merek terjamin kebersihannya saja. Bukan berarti yang curah di warung-warung itu nggak bagus, tetap bisa digunakan kok. Tapi, sekalipun bermerek tidak perlu diuji dengan meminumnya ya. Hehehe, kalau haus minum air saja.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...