Kesehatan / Makanan Sehat / Tip Agar Sayur dan Buah Tahan Lama

Tip Agar Sayur dan Buah Tahan Lama

sayur dan buah. sumber gambar : tipsjitucaracepathamil.blogspot.com

sayur dan buah

Hidup sehat sampai tua adalah impian setiap orang. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah mengatur dan menjaga agar pola makan tetap sehat. Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi kecukupan gizi baik secara kualitas maupun kuantitas. Secara kualitas, makanan tersebut harus mengandung zat gizi yang memenuhi karbohidrat, protein, lemak, mineral dan serat, sedangkan secara kuantitas, jumlahnya harus memenuhi angka kecukupan gizi yang telah ditentukan. Vitamin dan mineral merupakan zat gizi essensial yang sangat diperlukan tubuh untuk memperlancar proses metabolisme tubuh. Serat meskipun tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh, tetapi peranannya sangat penting dalam proses pencernaan, terutama dalam proses pembuangan sisa-sisa pencernaan makanan. Zat gizi seperti vitamin, mineral, dan serat banyak terdapat pada sayur-sayuran dan buah-buahan (Herdiansyah 2007).

Buah-buahan biasanya dimakan begitu saja atau dikonsumsi dalam bentuk lain. Sedangkan sayuran biasanya dimakan bersamaan dengan nasi, baik berupa lalapan maupun dimasak terlebih dahulu. Namun, buah dan sayuran memilki sifat yang mudah rusak (perisable) serta zat-zat gizi penting yang terkandung di dalamnya juga mudah hilang (Wirakusumah 2008). Selama penyimpanan berlangsung, sayuran dan buah-buahan segar mengalami perubahan kimiawi yang akan mengubah penampilan cita rasa, dan kualitasnya. Perubahan itu disebabkan oleh pengaruh enzim. Karena sayuran mengandung zat gula yang rendah dan mengandung lebih banyak zat tepung sehingga perubahan berjalan lambat. Makin tua sayuran dipetik, makin tinggi pula zat tepungnya, dan perubahannya pun semakin lambat. Hal sebaliknya terjadi pada buah-buahan. Buah mengandung lebih banyak zat gula, sehingga perubahannya lebih cepat (Sumoprastowo 2004)

Salah satu cara menjaga sayuran dan buah-buahan tetap segar dalam waktu agak lama adalah dengan menekan kegiatan enzim. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dan penanganan yang tepat agar buah dan sayur yang akan kita konsumsi dalam keadaan matang dan segar. Berikut cara yang dapat dilalukan untuk memperpanjang masa simpan sayuran dan buah-buahan :

  1. Udara dingin alami bisa digunakan sebagai alternati bagi yang tidak mempunyai lemari pendingin
  2. Penyimpanan menggunakan lemari pendingin (cold storage). Penyimpanan dalam lemari pendingin ini harus memperhatikan    suhu lemari pendingin. Suhu dalam lemari es harus diatur dan  tidak sampai di bawah 10ºC karena dikhawatirkan akan merusak penampakan buah dan sayur karena mengalami chilling injury. Tanda-tanda buah dan sayur mengalami chilling injury antara lain adalah buah dan sayur akan membeku ketika dingin tapi saat dikeluarkan di suhu ruang seperti berkerut dan berair (Liu 1999)
  3. Penyimpanan dengan controlled atmosphere (CA) mengendalikan konsentrasi oksigen dan karbon dioksida
  4. Pengemasan menggunakan plastik semipermeabel atau dengan MAP (Modified Atmosphere Packaging) yang mana MAP menghasilkan pengurangan konsentrasi O2 dan peningkatan konsentrasi CO2 di sekitar buah atau sayur di dalam plastik. MAP juga dapat menurunkan kelembaban udara dalam kemasan untuk memperlambat laju penurunan kadar air dan penurunan berat. Teknik MAP ini akan lebih efektif sebagai pengawet jika digabungkan dengan penyimpanan di lemari pendingin

Suhu rendah membuat buah dan sayur tidak mudah rusak. Hal ini dapat terjadi karena suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk, sehingga buah dan sayur dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama. Penyimpanan pada suhu dingin bertujuan untuk menekan terjadinya respirasi dan transpirasi, sehingga memiliki daya simpan yang cukup panjang, dan susut bobotnya menjadi minimal, serta mutunya tetap baik (Pantastico 1990). Telah dibuktikan dengan hasil penelitian pada buah dan sayur yang disimpan dalam suhu rendah relative lebih segar dan mutunya lebih baik dibandingkan dengan yang disimpan dalam suhu ruang pada periode penyimpanan tertentu.

sumber gambar : tipsjitucaracepathamil.blogspot.com

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

2 comments

  1. Oh jadi gtu pantesan yang chilling injury itu aku sering ngalamin buah2an jadi beku tapi lama2 kaya peyot gth….tapi ko bisa sih gara2 suhunya terlalu rendah malah jadi chilling injury

    • Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja

      Iya karena saat menyimpan bahan pangan pada suhu yang terlalu dingin atau rendah akan menjadi beku dan menyebabkan kandungan air yang terdapat pada bahan pangan tersebut mengalami sineresis dimana air akan keluar dari bahan pangan tersebut sehingga menyebabkan pengerutan karena kehilangan kandungan airnya.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...