Kesehatan / Informasi / Sikap Bijak Soal Virus Ebola

Sikap Bijak Soal Virus Ebola

Akhir-akhir ini, pemberitaan soal Virus Ebola memang tidak habis-habisnya. Terkait bahayanya pun sangat digembar-gemborkan sampai-sampai muncul banyak kekhawatiran orang-orang untuk melakukan perjalanan lintas negara menggunakan pesawat. Memang tidak dipungkiri bahwa kalau sudah terinfeksi maka harus dilakukan penyembuhan dan dikarantina. Tetapi, sejak 1976, di mana tahun itulah pertama kalinya penderita Ebola teridentifikasi sampai sekarang, tidak ada penelitiannya, termasuk oleh pakar dari WHO bahwa Virus Ebola dapat menyebar melalui udara itu tidaklah benar.

Adapun kemungkinan mengapa Ebola itu bisa menyebar adalah soal kesadaran, karena tipe penularan penyakit yang satu ini memang mirip dengan HIV, yakni adanya kontak langsung yang bersifat fisik. Jika pasien tidak sadar bahwa dia dapat menularkan, ya penyakit itu memang akan menyebar, namun ini pun tidak hanya soal pasien namun orang-orang di sekitar. Pada intinya, pengidap seperti halnya TBC tidak untuk dijauhi namun didampingi. Tapi, kekhawatiran tertular oleh suatu penyakit memang wajar dan sah-sah saja. Namun, jangan sampai kemudian kita terlalu berlebihan dalam bersikap. Karena pada dasarnya, Ebola itu sendiri terjadinya memang lebih cenderung di benua Afrika.

Dan pesatnya penderita Ebola di benua hitam itu belakangan ini pada dasarnya ialah karena kurangnya kesadaran akan yang namanya kebersihan dan sanitasi. Jika ditilik beritanya, hampir negara-negara yang darurat Ebola adalah negera dunia ketiga, seperti di benua Afrika, yang memang kurang akses pada kebersihan, termasuk fasilitas kesehatan. Dan dikarenakan pemerintahnya kurang tanggap, akhirnya menyebarlah kasus tersebut.

Itulah mengapa, sebenarnya, cara untuk terhindar dari Ebola sangatlah sederhana, yakni senantiasa mencuci tangan dengan sabun antibakteri. Dan jika hendak memakan buah, pastikan buah yang dikonsumsi memang terjamin kualitasnya dan sudah memenuhi standar karantina. Dan lagi, ada penyakit lain yang lebih harus dikhawatirkan dibandingkan dengan Ebola, yang sejauh ini memang, rasa-rasanya tidak akan banyak menyebar di Indonesia wabah Ebola itu. Jika pun ada banyak yang datang dari luar negeri yang ada kasus Ebolanya, maka sudah sepatutnya pemerintah dengan pihak bandara melakukan langkah penyaringan, agar penumpang yang positif bisa langsung dikarantina, sehingga tidak jadi agen penyebar, entah sengaja atau karena ketidaktahuannya.

5 Langkah Cuci Tangan Hindari Ebola

Jadi, kita memang harus bijak menyikapi persoalan Ebola ini. Memang menyedihkan tentunya melihat pemberitaan yang ada, di mana saudara-saudara kita sebangsa manusia di Afrika sana harus berjuang melawan wabah yang sebenarnya dapat dicegah kalau saja pemerintahnya peka dan tanggap soal pentingnya kebutuhan dasar seperti air bersih, saluran pembuangan, dan sabun antibakteria. Tetapi, munculnya rasa khawatir sebagai bentuk sifat kemanusiawian kita, sebaiknya diarahkan dengan belajar memetik pelajaran dari berita-berita soal Ebola tersebut.

Di mana kemudian kita harus sadar akan pentingnya hidup sehat, mulai dari kebersihan diri, pangan yang akan dikonsumsi, sampai ke soal jamban pun harus kita perhatikan kebersihannya. Dan anak-anak, harus diarahkan untuk selalu mencuci tangan sehabis melakukan pelbagai aktifitas kesehariannya.

Dan tentunya, masih banyak penyakit yang tidak menular yang harus juga kita khawatirkan seperti diabetes, kanker, hipertensi, jantung, dan aneka penyakit organ tubuh lainnya, yang walaupun tidak menular tetapi sangat mematikan dan menjadi pembunuh terbesar juga, selain Virus Ebola. Kunci dari setiap adanya kasus penyakit, adalah sikap bijak untuk terus menyadarkan diri bahwa kesehatan itu mahal harganya, sehingga menjadi penting bagi kita untuk senantiasa menjaga tubuh agar tetap sehat. Seperti kata peribahasa, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dan dengan kekuatan sehat itulah niscaya kita dapat selamat dari aneka penyakit yang menghantui.

sumber gambar: Depkes RI

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...