Kesehatan / Diet / Serat Pangan untuk Kelancaran Pencernaan

Serat Pangan untuk Kelancaran Pencernaan

Tahukah Anda bahwa salah satu tanda proses percernaan dalam tubuh kita itu bekerja dengan lancar adalah rutinitas buang air besar yang teratur dan tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga dalam proses pembuangan sisa makanan dalam tubuh tersebut? Jika Anda termasuk ke dalam yang susah buang air besar, kemungkinan terbesarnya adalah Anda kekurangan serat pangan. Bila dibiarkan, buang air besar yang tidak lancar akan memberikan efek yang buruk pada kesehatan sistem pencernaan kita, ibarat sampah yang didiamkan terus-menerus di dapur, tentu akan membuat bibit penyakit merajalela. Di sinilah kemudian, serat pangan memiliki peran penting dalam memperlancar pencernaan kita.

Soal serat itu sendiri, sudah dibahas sejak zamannya Hippocrates masih hidup. Dengan demikian, sudah sejak lama serat pangan menjadi satu aspek yang harus diperhatikan agar kita bisa selamat dari aneka penyakit dan menjadi lebih sehat. Adapun serat pangan itu sendiri didefinisikan sebagai polisakarida dan lignin tanaman yang tahan terhadap hidrolisis oleh enzim pencernaan manusia. Selain serat pangan total terbagi menjadi dua, yaitu serat pangan larut yang terdiri dari glukan, pektin, dan mucilage. Sementara serat pangan tidak larut terdiri atas selulosa, lignin, dan beberapa hemiselulosa.

Ada satu hasil penelitian menarik tentang serat pangan yang ada dalam bukunya Dr. David R. Reuben, M.D., yang berjudul The Save Your Life Diet. Di mana kehadiran serat pangan dalam suatu diet yang dilazimkan oleh seseorang dapat mempengarungi pola penyakit yang diderita. Dalam hasil penelitian yang mengambil sampel dari orang-orang di benua Afrika yang kemudian dibandingkan dengan orang-orang di benua Eropa serta Amerika Utara, khususnya Amerika Serikat. Apa hasilnya? Dikatakan bahwa feses orang Afrika rata-rata 0,5 kg per hari, sedangkan orang Eropa dan Amerika hanya 1 ons. Dan volume dari kotoran orang Afrika cenderung besar, lembek, dan tidak berbau busuk, sedangkan untuk orang Eropa dan Amerika kotorannya bervolume kecil, keras, dan berbau busuk. Dan setelah diteliti lebih lanjut, hal itu dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi sehari-harinya. Di mana orang Afrika banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat pangan atau dietary fibers. Dan hasilnya, serat tersebut berfungsi mengosongkan usus dari sisa makanan yang tidak tercerna, jadi tidak ada yang tertinggal dan menumpuk untuk hari berikutnya. Sedangkan orang Eropa dan Amerika cenderung mengonsumsi makanan yang umumnya sudah diberihkan dalam tanda kutip. Apa maksudnya makanan yang sudah dibersihkan? Misalnya, orang Afrika makan buah apel itu dengan kulitnya, sedangkan orang Eropa maupun Amerika makan buah apel tanpa kulit atau yang sudah dikupas. Karena itulah kemudian ada perbedaan, dan menurut para dokter yang meneliti, kotoran orang Afrika pada saat itu jelas menggambarkan kondisi pencernaan yang sehat dibandingkan dengan orang Amerika/Eropa.

Hal lain yang kemudian ditemukan penelitian tersebut ialah kondisi orang Eropa/Amerika dengan spesifikasi feses dan data pola diet mereka menghasilkan suatu temuan aneka penyakit yang jarang diderita oleh warga Afrika, seperti susah buang air besar, radang usus buntu, kolestorel, darah tinggi, kanker usus besar, wasir, tonjolan-tonjolan dalam usus besar, dan lainnya. Artinya, serat pangan telah menyelamatkan jiwa orang Afrika dari aneka penyakit tersebut. Dari itu kemudian serat pangan menjadi perlu ada dalam pola diet keseharian kita.

Dan menurut Dr. David R. Reuben, M.D., serat pangan yang dimaksud dalam makanan sehari-hari yang seharusnya kita konsumsi itu terdapat di sayur-mayur, buah yang beragam, dan yang penting adalah serat pangan dari serelia atau padi-padian, gandum. Meskipun memang serat itu tidak dapat dicerna oleh enzim tetapi ia memiliki fungsi memengarungi status fisik isi pencernaan kita; bahan makanan; waktu transit dalam usus; variasi kapasitas absorpsi; serta pengenceran asam-asam atau pelbagai garam empedu, sterol, dan beberapa zat dalam makanan.

Jelaslah sekarang bahwa serat pangan sangatlah penting bagi kelancaran pencernaan kita, sebab pencernaan yang lancar akan menyelamatkan kita dari aneka penyakit yang disebabkan oleh pola cerna yang tidak lancar. Tentu kita tidak ingin mengalami aneka kesakitan semacam itu bukan? Maka itu, kiranya kita sudah dan harus memperhatikan betul-betul menu makanan kita sehari-hari agar tidak lupa dengan bahan pangan yang mengandung serat. Dan menjadi tugas dari orang tua agar anak-anak menyukai pangan serat, semisal buah-buahan maupun sayuran, dan kalau bisa, makan buah secara utuh itu lebih baik dibandingkan dengan dijus, apalagi kalau dijusnya tanpa kulit dan ditambah gula, yang ada malah menjadi pemicu obesitas dan kemudian diabetes. Sudah saatnya memang kita ngemil gaya baru, ngemil buah secara utuh! Sudahkah Anda mengkonsumsi serat hari ini?

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...