Kesehatan / Gizi / Pisang Sebagai Sumber Tenaga Instan

Pisang Sebagai Sumber Tenaga Instan

Olahragawan saja gemar makan pisang!

Olahragawan saja gemar makan pisang!
Gambar: deccanchronicle.com

Jika di meja pada suatu pagi ada dua menu, yaitu semangkuk mi instan dan sebuah pisang ambon, mana yang akan Anda pilih? Apapun pilihan Anda saya harapan pisanglah yang terpilih! Dan buang jauh-jauh mi instan sebagai menu sarapan Anda!

Hampir semua atlet olahraga sebelum dan saat jeda istirahat dipastikan lebih memilih pisang daripada makanan lainnya sebagai sumber energi instan mereka. Selain itu kita ketahui bahwa pisang sudah sejak lama menjadi buah yang berkhasiat bagi kesehatan selain juga rasanya yang lezat dan lembut. Buah tersebut termasuk sumber vitamin B6 yang baik dan juga vitamin C. Fungsi dari vitamin B6 yang penting untuk pembentukkan antibodi dalam sistem kekebalan tubuh. Itulah mengapa konsumsi pisang dikatakan pula dapat mencegah seseorang terkena pelbagai jenis virus.

Vitamin B6 juga berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme seperti sintesis dan mentabolisme protein, khususnya serotonin. Dan serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Vitamin B6 pun berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin tersebut jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas  sehari-hari. Tidak salah jadi pisang dijadikan bagian dari diet sehat sarapan pagi bagi anak-anak sebelum berangkat ke sekolah.

Berikut ini kandungan gizi pisang per 100 gram berat kering menurut badan pangan dunia untuk wilayah asia tenggara pada tahun 1972:

  • Energi 100 kilo kalori
  • Air 71,6 miligram
  • Protein 1,2 miligram
  • Lemak 0,3 miligram
  • Karbohidrat total 26,1 miligram
  • Serat 0,6 miligram
  • Karbon 0,8 miligram
  • Kalsium 12 miligram
  • Fospor 32 miligram
  • Zat besi 0,8 miligram
  • Natrium 4 miligram
  • Kalium 401 miligram
  • Retinol 45 miligram
  • Betakaroten ekivalen 225 miligram
  • Tiamin 0,03 miligram
  • Riboflavin 0,04 miligram
  • Niasin 0,6 miligram
  • Vitamin C 14 miligram

Jika dilihat maka kandungan kalium pada pisang sangat tinggi, dan hal itu berfungsi sebagai penjaga keseimbangan cairan dalam darah dan sel jaringan. Selain itu, kalium merupakan mineral yang esensial untuk sintesis protein dan pembentukkan otot karena kalium menstimulasi impuls saraf untuk kontraksi otot. Kalium dalam pisang juga dapat menurunkan risiki hipertensi dan stroke. Baiknya dikonsumsi secara langsung tanpa dijus, karena kalau dijus kita sering kebablasan dalam memberikan gula ataupun susu.

Sedangkan pisang itu sudah mengandung gula yang terbaik bagi tubuh. Sebagai sumber energi sesaat serta cadangan yang instan, pisang tidak diragukan lagi baik bagi kesehatan baik untuk perempuan maupun laki-laki, baik dewasa maupun anak-anak. Tetapi ingat, untuk bayi fokuskan pada ASI, kecuali sudah masuk ke tahap boleh mengkonsumsi makanan pendamping ASI tidak mengapa memberikan asupan pisang.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

4 comments

  1. Bagus nih informasinya, aku juga pernah baca untuk yang mau diet sarapan yang baik adalah dengan pisang….

  2. Ngga sia-sia nih suka makan pisang, apalagi pisang ambon, tapi ngga semua jenis pisang aku suka sih hehe. Pisang juga bisa dijadiin macem-macem, kue misalnya. Paling enak pisang bakaaaar, eh, tapi kalo dibakar mengurangi gizi nggak ya?

  3. Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja

    iya mengkonsumsi buah-buahan itu memang bagus termasuk pisang, boleh dikonsumsi sehari sekali jangan terlalu sering pisang juga yah biar beragam asupannya hehe…

    semua metode pemasakan baik itu digoreng, dioven ataupun dibakar akan memberikan dampak negatif terhadap kandungan gizi bahan pangan tersebut termasuk pisang. pisang yang dibakar akan memberikan panas yang dapat mengakibatkan rusaknya beberapa kandungan gizi terutama vitamin yang tidak tahan terhadap suhu panas.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...