Kesehatan / Wawasan / Perihal Keju dan Kandungan Gizinya

Perihal Keju dan Kandungan Gizinya

Keju adalah kasein susu yang digumpalkan. Bahan makanan yang satu ini memang lebih populer di Eropa dan Amerika pada awalnya tetapi saat ini di Indonesia pun sudah banyak dijumpai aneka keju yang memang memiliki nilai gizi. Menurut organisasi pangan dunia, keju adalah produk segar atau hasil pemeraman yang didapatkan dengan penirisan sesudah terjadi koagulasi susu penuh, susu penuh atau campuran susu penuh dan susu skim.

gambar keju

gambar keju: pengobatanpenyakit.web.id

Menurut Scott, keju merupakan makanan berbentuk padat yang mengandung protein, lemak, kalsium, fospor, riboflavin dan vitamin lainnya. Secara umum nilai gizinya mempunyai kelebihan dibandingkan dengan makanan sehari-hari lainnya. Adapun kandungan tertinggi ada dalam jenis cheddar. Untuk itu konsumsinya jangan berlebih, karena per 100 gram saja energinya bisa mencapai 400 kilo kalori.

Komposisinya

Menurut Eckles pada umumnya keju mengandung lemak, protein, laktosa, abu serta air. Kalau dilihat dari jenisnya, jenis requeport paling tinggi kadar lemaknya. Sedangkan cottage paling rendah. Adapun cheddar yang cukup poluler di masyarakat mengandung lemak sekitar 30 sampai 36 persen. Sedangkan kandungan protein paling tinggi terdapat pada jenis Swiss dan paling rendah pada neufchatel.

Klasifikasinya

Keju dapat diklasifikasikan berdasarkan daerah asalnya, bahan baku atau jenis susunya, teksturnya, karakteristik internal dan ektrernalnya, komposisi lemak dan airnya, bentuk, ukuran, serta beratnya. Menurut Wahid, berdasarkan negara di Prancis keju dikenal dengan sebutan Fromage, di Italia formaggio, di Belanda kaas, dan di Jerman dengan nama Kase. Selanjutnya keju berkembang dengan berbagai bentuk dan rasa. Dan cheddar adalah yang paling populer.

Berdasarkan jenis susu, berdasarkan data dari Daulay, keju dengan nama cythnnos dari susu domba dan kambing, scythion dari susu kuda, phrygion dari susu kuda dan keledai. Tetapi kemudian berkembang pula dengan susu sapi. Keju juga dapat diklasifikasikan berdasarkan proses pemeramannya menjadi keju peram, keju tanpa peram, Dan yang diperam dibagi menjadi dua, ada yang dengan bakteri ada pula yang dengan jamur atau kapang.

Dilihat dari komposisinya keju diklasifikasikan menjadi lima jenis yaitu keju sangat keras, keras, agak keras, agak lunak, dan lunak. Pastikan jika hendak mengkonsumsi keju tidak dibarengi dengan produk turunan susu lainnya termasuk susu itu sendiri. Karena gizi itu harus seimbang.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

2 comments

  1. Kalau dikonsumsi setiap hari berbahaya nggak keju, apa bisa bikin gemuk, ya?

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...