Kesehatan / Wawasan / Mentega atau Margarin yang Lebih Baik?

Mentega atau Margarin yang Lebih Baik?

sumber gambar: draxe.com

butter is better

Mentega adalah lemak padat yang terbuat dari susu. Semua jenis susu dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan mentega, namun yang biasa digunakan sebagai bahan baku membuat mentega adalah susu sapi dan susu domba. Mentega termasuk ke dalam produk olahan susu yang relatif lebih kuno dibandingkan dengan yogurt.

Di Indonesia sebagian besar orang keliru menyebut margarin sebagai mentega padahal keduanya sama sekali berbeda. Bukan karena bahan bakunya yang tidak sama namun proses pembuatan kedua jenis lemak padat ini berbeda. Mentega diproses secara alami sedangkan margarin diproses melalui proses hidrogenasi.

Sebelum kita mengetahui mana yang lebih baik mentega atau margarin. Ada baiknya kita mengetahui apa itu margarin? Pada awalnya, margarin dibuat dari lemak nabati untuk menanggulangi kelangkaan mentega saat terjadi kelangkaan produksi susu, sebab seperti dikatakan sebelumnya susu menjadi bahan baku pembuatan mentega. Lantas produksi margarin bertujuan menghasilkan produk lemak serupa mentega yang harganya lebih murah. Namun dalam perkembangannya permintaan margarin justru mengungguli mentega karena dianggap lebih sehat terutama sejak terjadinya fobia lemak jenuh melanda masyarakat.

Padahal mentega memiliki keunggulan tersendiri. Di mana kandungan mentega ialah vitamin A yang tinggi. Vitamin yang larut lemak ini berupa retinol yang siap dimanfaatkan tubuh. Tubuh kita sangat membutuhkannya karena memiliki banyak fungsi penting yaitu untuk mencegah infeksi baik itu akibat virus maupun bakteri, menjaga kesehatan mata, tulang, zat antioksidan dan sebagainya. Tidak hanya itu juga mengandung banyak mineral seperti mangan, seng, iodium, dan chromium yang memiliki peran penting dalam tubuh kita. Dan bagusnya lagi jika mentega dibuat dari susu domba akan meningkatkan daya imunitas tubuh.

Jika dipanaskan mentega akan stabil dan tidak banyak mengalami kerusakan. Sedangkan margarin jika dipanaskan lemaknya akan rusak sehingga menciptakan lemak trans yang berbahya bagi tubuh. Kandungan omega-6 dalam margarin juga lebih banyak sedangkan konsumsi omega-6 yang terlalu tinggi akan menimbulkan banyak biang penyakit.

Untuk itu, sebaiknya kita menghindari konsumsi margarin dan beralih kepada mentega. Apalagi jika digunakan untuk proses yang dipanaskan entah itu digoreng ataupun dioven, sebaiknya pilih mentega saja, bukan margarin. Jadi, sebagaimana yogurt, mentega itu jauh lebih baik karena bahan bakunya adalah susu. Nah, jika hendak membeli produk makanan, lihat-lihatlah label kemasan dan pastikan bahannya menggunakan mentega, jika yang digunakan adalah margarin pastikan anda tidak terlalu banyak mengonsumsinya walaupun secara organoleptik, orang lebih menyukai margarin daripada mentega.

sumber gambar: draxe.com

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...