Kesehatan / Wawasan / Mengenal Beras Ketan dan Kandungan Gizinya

Mengenal Beras Ketan dan Kandungan Gizinya

Siapa yang suka tape ketan? Ya, makanan yang berfermentasi tersebut kita ketahui bersama bahan dasarnya dari beras ketan. Adapun beras yang dikenal sebagai Oryza sativa glutinusa ini termasuk ke dalam famili Graminae, dan tergolong ke dalam varietas padi-padian. Secara umum kita semua pasti bisa membedakan antara beras ketan dengan beras biasa yang biasa kita tanak menjadi nasi.

Secara fisik, butir ketan berbentuk oval, lunak, memiliki warna putih diseluruh endosperm, dan jika diolah, nasinya tampak mengkilat, lengket, serta kerapatan antar butir nasi tinggi sehingga volume nasinya sangat kecil. Seperti umum diketahui, beras ketan terdiri dari dua jenis yaitu beras ketan putih dan beras ketan hitam. Adapun kandungan protein, air, dan vitamin B1 pada beras ketan putih lebih tinggi dibandingkan dengan ketan hitam. Namun, kandungan karbohidrat kalsium beras ketan hitam jauh lebih banyak dibandingkan dengan ketan putih. Dan untuk kandungan lemak maupun besi keduanya memiliki nilai gizi yang sama. Untuk protein yang terdapat di beras ketan yaitu oryzenin, sedangkan asam lemak yang terdapat ialah asam oleat, asam linolenat, dan asam palminat. Beberapa vitamin yang terdapat pada beras ketan yaitu thiamin, riboflavin, dan niasin.

beras ketan

Secara umum, komponen gizi dari ketan memang baik, tetapi konsumsinya tidak bisa dijadikan pengganti konsumsi nasi dari beras biasa. Dan berikut ini perbandingan kandungan gizi antara beras ketan putih dan ketan hitam dalam 100 gram bahan berdasarkan data tahun 1992 dari direktorat gizi ialah sebagai berikut:

 KETAN PUTIH

  • Protein 7,0 gram
  • Lemak 0,7 gram
  • Karbohidrat 78,0 gram
  • Kalsium 10,0 miligram
  • Fosfor 148 miligram
  • Besi 0,8 miligram
  • Vitamin B1 0,2 miligram
  • Air 13 gram

KETAN HITAM

  • Protein 6,7 gram
  • Lemak 0,7 gram
  • Karbohidrat 79,4 gram
  • Kalsium 12,0 miligram
  • Fosfor 148 miligram
  • Besi 0,8 miligram
  • Vitamin B1 0,12 miligram
  • Air 12,0 gram

Nah, secara umum beras ketan itu memang aman dan sehat dikonsumsi. Bayi dan balita sebaiknya jangan diberikan beras ketan dahulu apalagi dalam bentuk utuhnya seperti pangan uli, mengingat ketan cenderung lengket dan susah dicerna, kecuali oleh orang dewasa atau anak remaja, minimal bagi mereka yang sudah tumbuh gigi. Selebihnya, ketan dibikin tape jelas memiliki rasa yang khas. Atau dibikin tepung ketan lalu dibuat panganan tertentu, rasanya pasti lezat dan menyehatkan.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...