Kesehatan / Wawasan / Mencegah Diabetes Mellitus dengan Buah Jamblang

Mencegah Diabetes Mellitus dengan Buah Jamblang

Diabetes Mellitus (DM) atau biasa disebut penyakit gula adalah penyakit kronis yang timbul karena telalu banyak glukosa dalam darah kita. Selain itu, diabetes mellitus juga biasa disebut penyakit gangguan metabolik. Walaupun diabetes mellitus termasuk ke dalam penyakit yang tidak menular, tetapi tren penderitanya semakin meningkat khususnya di wilayah urban. Gejalanya yaitu kadar gula darah yang tinggi. Tingginya kadar gula dalam darah membuat pengidapnya akan sulit sembuh jika mengalami luka fisik pada badannya. Akibatnya, kulit yang luka akan terus basah dan terjadi infeksi yang menyebar sampai kemudian masuk ke tahap pembusukkan. Tidak jarang kemudian, pasien diabetes mellitus yang sudah kronis harus menghadapi kenyataan amputasi jika lukanya terus menyebar.

Seseorang yang divonis diabetes mellitus memang harus menjaga pola makan dan asupan gizinya serta aktivitas fisiknya jangan sampai menimbulkan luka di sekujur tubuhnya. Memang mengerihkan, karena mematikan kalau main-main dalam penanganannya. Nah, bagi kita yang masih sehat, pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati tentu saja sangat relevan di tengah banyaknya faktor yang memang dapat menyebabkan kita terjerumus ke dalam diabetes mellitus.

Dengan apa mencegahnya? Dengan mengkonsumsi jamblang. Hal ini pun dapat dilakukan oleh penderita agar lukanya tidak terlalu basah dan cepat mengering. Pertanyaan yang mungkin muncul kemudian adalah mengapa harus jamblang? Bukankah buah tersebut rasanya sepat dan tidak manis?

Dalam mengkonsumsi suatu pangan kita tidak harus mengedepankan rasa, tetapi harus kandungan gizi di dalamnya. Mengapa jamblang? Karena menurut hasil penelitian biji jamblang mengandung zat glukosida fitomelin. Zat ini dapat mengurangi kerapuhan pembuluh darah kapiler penyebab luka diabetes mellitus yang lama sembuhnya.

Tidak hanya itu, kolesterol dalam darah pun dapat dicegah dengan konsumsi jamblang baik biji maupun buahnya. Kandungan alfa fitosterol, sejenis sterol yang memiliki sifat mencegah kelebihan kolesterol atau antikolesteremik. Selain itu, jamblang juga banyak mengandung astringen, suatu zat yang dipercaya dapat membantu penyembuhan luka diabeles mellitus karena sifat astringen yang dapat menciutkan kulit. Tidak hanya itu, kandungan gizi yang terdapat dalam jamblang sangatlah banyak. Berikut ini daftarnya menurut organisasi pangan dunia dalam 100 gram buah:

  • Energi 34 kal
  • Air 60 miligram
  • Protein 82,7 miligram
  • Lemak 0,7 miligram
  • Karbohidrat total 0,1 miligram
  • Serat 15,8 miligram
  • Karbon 0,3 miligram
  • Kalsium 0,7 miligram
  • Fospor 8 miligram
  • Zat Besi 13 miligram
  • Natrium 0,2 miligram
  • Kalium 9 miligram
  • Retinol 116 miligram
  • Ribaflovin 0,01 miligram
  • Niasin 0,2 miligram
  • Vitamin C 23 miligram

Semakin jelas bahwa jamblang termasuk buah yang baik dikonsumsi. Adapun soal rasanya yang kurang diminati secara organoleptik. Kita tinggal mengkreasikannya dengan konsumsi buah atau bahan lainnya, sampai dirasa cukup enak dan yang penting komponen gizi dalam jamblangnya terserap oleh tubuh kita.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

2 comments

  1. tuh kan kata siapa diabetes nggak ada obatnya, semua pasti ada….tak dapat dipungkiri buah yang sepet dan kurang enak ini punya nilai lebih bisa menyembuhkan penyakit diabetes….buat para penderita boleh tuh dicoba…

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...