Kesehatan / Wawasan / Lemak dan Perannya dalam Konsumsi Pangan

Lemak dan Perannya dalam Konsumsi Pangan

Minyak Zaitun

Lemak. Sumber: womenshealthmag.com

Dalam litelatur ilmiah lemak biasa disebut dengan lipid yang berarti lemak atau minyak maupun unsur yang menyerupai lemak yang didapat dalam pangan dan digunakan oleh tubuh. Meskipun begitu istilah lemak lebih populer dibandingkan dengan lipid. Secara umum lemak diproduksi baik oleh tanaman dan hewan. Seperti juga karbohidrat lemak dibentuk oleh karbon, hidrogen dan oksigen, tetapi dalam susunan dan perbandingan yang berbeda. Menurut Harper, Deaton, dan Driskel, lemak lebih banyak mengandung karbon dan sedikit oksigen, oleh karena itu lebih banyak memiliki nilai energi.

Lipid perlu dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Sebagai sumber energi, penyimpanan cadangan energi, melindungi bagian tubuh yang penting dan pemberi rasa hangat pada tubuh, pemberi rasa kenyang, pelaksana metabolisme, pelarut vitamin D, A, E, dan K serta penyedia asam lipid esensial. Sebagaimana diungkap oleh Wenck dalam Nutrition tahun 1980.

Sebagai sumber energi lipid dalam satuan yang sama menyediakan energi dua kali lipat lebih banyak daripada karbohidrat atau protein. Jika seluruh lipid yang dimakan pada suatu saat tidak diperlukan, maka akan disimpan sebagai cadangan lipid dalam tubuh. Dan jika kebutuhan energi kita suatu hari menurun maka akan ditunjang oleh cadangan lemak tersebut. Selain itu, simpanan lipid dalam tubuh juga digunakan sebagai pelindung organ penting dalam badan.

Umumnya memang dihasilkan oleh hewan. Sedangkan minyak dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan. Lemak hewani terhadap hampir pada seluruh jaringan tubuh hewan, terutama jaringan yang langsung berada di bawah kulitnya serta dalam sumsum tulang. Pada tumbuh-tumbuhan, minyak nabati terdapat banyak pada buah keras dan biji-bijian. Dan pada hakikatnya lipid hewan ataupun tumbuhan sama saja yakni trigliserida.

Prakoso dalam Memilih Makanan Seimbang untuk Kesehatan Jantung, mengungkapkan bahwa lipid makanan terdiri dari beberapa macam yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh serta kolesterol. Lemak jenuh adalah lipid yang sebagian besar asam lemaknya terdiri dari asam lemak jenuh. Lipid jenuh cenderung menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Banyak makanan yang banyak mengandung lemak jenuh adalah daging hewan, susu, mentega, keju, es krim, santan, minyak kelapa, margarin, dan kue-kue yang diproduksi menggunakan bahan-bahan tersebut.

Adapun lemak tidak jenuh ialah lipid yang sebagian besar asamnya tidak jenuh. Umumnya dapat menurunkan kadar kolesterol serta trigliserida darah. Dan banyak terkandung dalam minyak ikan, minyak zaitun, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak biji kapas, dan lainnya.

Secara umum kita tetap perlu mengkonsumsi pangan berlemak, sejauh tidak berlebihan maka konsumsinya sangatlah aman.

 

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...