Kesehatan / Wawasan / Lebih Tahu Soal Tahu

Lebih Tahu Soal Tahu

Dalam bahasa Indonesia lema “tahu” memang memiliki dua arti, pertama ialah sebagai suatu kondisi mengertinya kita akan suatu hal, sedangkan yang lainnya adalah makanan dari kedelai putih yang digiling halus, direbus, dan dicetak. Nah, dalam artian yang kedualah yang akan coba kita cari tahu lebih dalam lagi, apa kandungan gizi dan manfaatnya, sehingga tidak salah kalau menjadikannya sebagai bahan pangan yang aman untuk kita konsumsi.

tahu

Tahu merupakan produk kedelai non-fermentasi sedangkan tempe adalah produk kedelai fermentasi. Keduanya digemari oleh masyarakat Indonesia, dan hampir di meja makan tiap keluarga sehat di negeri ini, tersaji kedua menu itu, atau minimal salah satunya saja. Asalnya memang bukan dari Indonesia, kalau tempe jelas asli buatan dalam negeri, kalau tahu awal mula dimulai di Cina. Adalah Liu An yang mencetuskan pembuatan tahu pada zaman Dinasti Han, kira-kira 164 sebelum masehi, sebagaima dikatakan oleh Shurtleff dan Aoyagi dalam The Book Of Tofu yang terbit tahun 1975.

Dan secara istilah pun, tahu memang berasal dari bahasa Cina yakni tao-hu, teu-hu/tokwa. Dan sebagaimana menurut kamus besar bahasa Indonesia, pengertiannya itu ialah makanan yang terbuat dari kedelai yang dilumatkan atau dileburkan menjadi bubur kemudian dicetak sesuai ukuran yang diselerakan. Dan menurut jenisnya banyak sekali tahu itu, ada putih, kuning, sutra, cina, keras, kori, sumedang, pong, dan lainnya. Di mana semua jenis tahu itu pembedannya hanyalah proses pengolahan dan penggumpalannya, sedangkan bahan dasarnya tetap sama yakni kedelai putih.

Lalu apa kandungan yang terdapat pada tahu? Soal gizinya memang memiliki komponen gizi yang baik, walaupun dari segi fermentasi tempe jauh lebih baik. Namun, bukan berarti tahu hampa dari gizi. Untuk diketahui, kadar protein tahu bekisar antara 8-12%, sedangkan mutunya sebesar 65%. Selain itu, daya cernanya cukup tinggi karena serat dan sifat larutnya, sehingga dapat dikonsumsi oleh segala umur. Adapun komposisi gizinya dalam 100 gram menurut Direktorat Gizi, Depkes RI tahun 1981 ialah sebegai berikut:

  • Energi 68 kkal
  • Air 84,8 gram
  • Protein 7,8 gram
  • Lemak 4,6 gram
  • Karbohidrat 1,6 gram
  • Kalsium 124 miligram
  • Fostor 63 miligram
  • Besi 0,8 miligram
  • Vitamin B1 0,06 miligram

Nah, jadi tidak perlu terlalu ragu ya dalam mengkonsumsi bahan pangan ini. Tetapi memang harus beragam, jangan sampai setiap hari hanya itu-itu saja, mungkin dapat selang seling dengan tempe. Tetapi, kita pun tetap harus waspada dari berpengawet. Kiat umum memilihnya ialah tidak berbau busuk tetapi aroma segar kedelai, rasanya normal tidak pahit, warnanya putih ataupun kuning normal, dan penampakkannya tidak berlendir dan berjamur dan kalau dipegang tidak terlalu kompak atau keras. Dan pastikan beli tahu segar dan tidak untuk disimpan lama, tetapi belilah untuk dimasak pada hari itu, walaupun tidak ada salahnya disimpan di lemari pendingin. Bagaimana, sudah cukup tahu? Mungkin Anda punya hal lain yang dapat diberitahukan?

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

12 comments

  1. Enak nih. Juliandi Sahputra, Medan, Lebih Tau soal Tahu, email: andie8888@gmail.com

  2. baru tahu. keren bgt sangat bermanfaat

  3. Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja

    Alhamdulilah, semoga bermanfaat ya. :)

  4. Saya Jadi lebih tahu soal kandungan gizi tahu.
    *salam kenal kak

  5. Kandungan gizinya banyak juga ya mas! Tahu emang paling TOP banget deh. Digoreng, direbus, dioseng semuanya enak :D

  6. nggak salah kan w suka banget sama tahu hee…

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...