Kesehatan / Ibu dan Anak / Keuntungan Menyusui dengan ASI bagi Ibu dan Bayinya

Keuntungan Menyusui dengan ASI bagi Ibu dan Bayinya

Air susu ibu atau seringkali disebut ASI merupakan makanan ideal bagi bayi. Untuk itu pemberian ASI ekslusif oleh seorang ibu adalah langkah yang baik untuk memenuhi gizi bayi, karena pada masa penerimaan ASI, cairan itulah makanan dan minuman baginya. Dan kalau bayi ngompolnya kurang dari enam kali dalam sehari, berarti ibu kurang memenuhi asupan ASI bagi buah hatinya. So, para ibu juga harus menyiapkan popok yang cukup, pastikan popoknya diganti setiapkali sang anak ngompol, demi kebersihan.

Terus apa keuntungannya menyusui? Secara umum ada 3 keuntungan kalau seorang ibu memberikan ASI ekslusif pada anaknya, khususnya selama 6 bulan pertama sejak kelahiran. Adapun manfaat pertama ialah untuk sang bayi, yaitu sebagai faktor antiinfeksi, karena ASI mengandung pelbagai faktor antiinfeksi dan sel imun seperti IgA, IgM, IgG, limposit B dan T, neutrofil, makrofag, dan komplemen. Menurut Moore (1993) hal-hal tersebut sangat penting pada negara-negara di mana sanitasi dan imunitas adalah suboptimal dibandingkan dengan negara industri.

Selain itu, ASI dapat menghindari alergi jika anak sudah diberikan makanan padat. Tidak hanya itu, ASI juga dapat menghindarkan bayi dari obesitas, sedangkan bayi yang mengkonsumsi susu formula lebih berisiko mengalami obesitas. Adapun keuntungan gizi bagi sang anak berupa protein dan lemak dalam bentuk optimal untuk pencernaan, absorpsi, dan terpakai. Seng dan zat besi lebih mudah diabsorpsi dari ASI dibandingkan dari susu formula.

Lantas, keuntungan bagi sang ibu apa? Pertama rasa nyaman, kedua, secara faktor ekonomi ASI itu jauh lebih murah dibandingkan harus membeli susu formula komersial. Dan menyusi dengan ASI dapat mengembalikan berat badan sang ibu ke kondisi sebelum hamil.

Dan yang terakhir? Keuntungan bagi keduanya ialah meningkatnya hubungan psikologis antara si ibu dengan si bayi. Bagaimana, jelas menguntungkan bukan menyusui dengan ASI itu? Selanjutnya, berikut ini kebutuhan-kebutuhan gizi yang harus dipenuhi oleh sang ibu pada masa pemberian ASI, menurut Moore (1993), ibu menyusui membutuhkan protein 65 gram/hari selama 6 bulan pertama, dan 62 gram/hari selama 6 bulan kedua. Untuk kalsium kebutuhannya sekitar 1200 miligra/hari. Tidak itu saja, ibu menyusui juga harus cukup minum 50 ml per kilogram berat badan per hari dengan ditambah 800-1000 ml untuk menghasilkan ASI yang adekuat. Dan terakhir harus cukup asupan vitamin B12, karena menurut Moore, ASI dengan kadar vitamin B12 yang rendah berisiko menyebabkan bayi mengalami anemia megaloblastik, pertumbuhan yang buruk, dan kelainan neorulogik. Adapun makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang mengandung gas seperti bawang, kubis, kacang-kacangan, cokelat, dan makanan pedas. Sedangkan konsumsi alkohol oleh ibu menyusui dapat menurunkan kemampuan motorik pada bayi.  Akhirul kalam, jangan ragu menyusui dengan ASI!

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

2 comments

  1. Info nya keren nih, yg nulis laki-laki lagi. Wah sangat peduli akan kesehatan.
    Saran nya sering-sering ya posting artikel tentang kesehatan wanita :D
    *Salam kenal

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...