Kesehatan / Diet / Faktor-faktor yang Menggambarkan Status Gizi

Faktor-faktor yang Menggambarkan Status Gizi

Keadaan gizi seseorang memengaruhi penampilan, kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan badannya, serta ketahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Penilaian gizi merupakan proses yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi, pengindentifikasian malnutrisi, dan menentukan individu mana yang sangat membutuhkan bantuan gizi.

Malnutrisi berkaitan dengan gangguan gizi, yang dapat diakibatkan oleh asupan makanan yang tidak adekuat, gangguan pencernaan atau absorpsi, atau kelebihan makan. Kondisi kurang dan lebih gizi merupakan tipe-tipe dari malnutrisi. Berikut ini faktor-faktor yang menggambarkan status gizi seseorang.

Kekurangan gizi

Keadaan kurang gizi ini terbagi menjadi dua jenis, pertama kekurangan kalori protein atau KKP. Hal ini biasanya disebabkan oleh masukan makanan, pencernaan, atau absorpsi protein atau kalori yang tidak adekuat. Jenisnya sendiri terbagi dua, yaitu kwashiorkor dan marasmus. Kedua, defisiensi vitamin dan mineral. Hal ini biasanya terjadi berbarengan dengan KKP. Sebagai contoh, individu yang tidak makan daging mempunyai risiko mengalami kekurangan vitamin B12, protein, kalsium, zat besi, dan seng.

Kelebihan gizi

Keadaan gizi lebih terdiri atas dua keadaan. Pertama kelebihan kalori. Dalam hal ini obesitas atau kelebihan berat badan merupakan akibat dari masukan kalori yang berlebihan (kalori itu sendiri adalah satuan untuk pengukuran yang dipakai untuk menyatakan jumlah nilai energi dari suatu makanan) daripada yang dibutuhkan oleh tubuh. Faktor-faktor tersebut biasanya diakibatkan oleh kelebihan lemak tubuh, tetapi untuk mempermudah sering disebut dengan istilah kelebihan berat badan.

Kelebihan berat badanitu sendiri biasanya suatu kondisi badan yang lebih berat 10% dari berat ideal. Sedangkan obersitas biasanya melebihi 20% dari yang sewajarnya. Di Amerika, menurut Moore, wanita dengan indeks masa tubuhnya 27,3 atau lebih dianggap sebagai kelebihan berat badan dan mereka dengan IMT 32,3 atau lebih dianggap sebagai kelebihan badan yang sangat atau obesitas. Sedangkan bagi pria dengan IMT 27,8 dianggap kelebihan berat badan, dan 31,1 termasuk ke dalam obesitas.

Status Gizi

Kedua, kelebihan vitamin dan mineral.  Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak dan beberapa mineral dapat menjadi racun apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Sebagai contoh, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Namun, vitamin-vitamin yang larut dalam air dalam jumlah berlebihan biasanya dikeluarkan dalam urin tanpa menimbulkan penyakit. Maka konsumsi dari vitamin A, D, E, K, harus cukup namun tidak berlebihan.

Dua faktor utama yang masing-masing memiliki dua tipe itu merupakan faktor yang dapat dijadikan gambaran dalam menilai status gizi seseorang. Baik kelebihan ataupun kekurangan gizi akan berdampak kepada status gizi salah. Hal itu sangat tidak baik bagi kesehatan kita. Sebab status gizi yang baik adalah suatu kondisi asupan gizi yang seimbang. Secara umum memang dapat diukur dengan melihat berat badan ideal, tetapi untuk pengukuran lebih lanjut, seseorang dapat melakukan konsultasi gizi ke balai-balai instalasi gizi di pusat-pusat pelayanan kesehatan, agar lebih yakin lagi bahwa status gizi dirinya dalam konsisi normal.

Jika seseorang membiarkan kondisi kekurangan maupun kelebihan gizi, cepat atau lambat akan merasakan sakit atau suatu penyakit yang meskipun tidak menular semacam obesitas, tetapi sangat menggangu khususnya bagi si penderita, karena produktifitasnya akan menurun serta rentan terhadap komplikasi lainnya seperti diaebetes melitus yang kini menghantui banyak warga urban.

Dan pengkontrolan dari penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh status gizi yang buruk biasanya karena faktor kelalaian diri sendiri, ketidaktahuan, dan tidak jarang karena masalah ekonomi. Dalam kasus gizi salah, anak-anak sangat rentan, untuk itu, sejak masa kelahiran hingga seribu hari pertama harus diperhatikan asupan gizinya, terlebih pemberian ASI ekslusif yang sangat membantu. Namun begitu orang dewasa pun tidak boleh menganggap remeh perkara lebih dan kurang gizi.

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

One comment

  1. Bagaimana tips mudah untuk mengenali statsu gizi kita? apakah kurang, normal atau lebih?

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...