Kesehatan / Wawasan / Cumi-cumi Hewan Laut yang Bergizi

Cumi-cumi Hewan Laut yang Bergizi

Cumi dimasak dengan kecap, sangat lezat bergizi!

Cumi dimasak dengan kecap, sangat lezat bergizi! Gambar: makanansehat.web.id

Cumi-cumi (Loligo sp)  merupakan salah satu komoditas perikanan yang termasuk ke dalam kelas Cephalopoda. Kemampuan dari kelas tersebut adalah kemampuannya sebagai hewan perenang dan merupakan jenis hewan bertubuh besar bila dibandingkan dengan jenis-jenis hewan tidak bertulang belakang atau invertebrata lainnya.

Cumi-cumi memiliki tubuh memanjang yang terdiri dari kepala di bagian ventral, leher yang pendek dan badan terbentuk tubung dengan sirip berbentuk segitiga pada setiap sisinya. Pada kepala terdapat sepasang mata yang berkembang dengan sempurna, mulut yang terletak di ujung dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel.

Secara nilai ekonomis, cumi-cumi merupakan komoditas ekspor sektor perikanan setelah ikan dan udang di Indonesia. Walaupun tidak dipungkiri kini mulai marak dijumpai udang impor. Cumi-cumi yang kalau di Jepang biasa dimakan secara mentah, di negeri ini dapat ditemukan dari Sabang sampai Merauke. Dan jika melihat komposisi gizinya, cumi-cumi dapat dijadikan sarana peningkatan status gizi masyarakat agar semakin sehat. Disayangkannya, masyarakat kita masih belum gemar makan ikan sekalipun para nelayan, yang ada mereka menangkap ikan untuk dijual dan menghasilkan uang.

Padahal hewan yang satu ini mengandung protein yang tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah. Selain banyak mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh badan. Dagingnya mudah dicerna karena tidak memiliki tulang belakang. Serta mengandung omega-3, fospor, dan kalsium yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tulang anak.

Secara umum menurut Okuzumi dan Fujii komposisi protein dalam cumi-cumi konsentrasinya berkisar antara 14 sampai 16%. Di mana 80% protein miofibril, 12 sampai 20% protein mioplasma dan 2-3 persen protein miostroma. Selain kaya akan kandungan protein, cumi-cumi juga kaya akan kandungan vitamin. Adapun vitamin yang terkandung di dalamnya adalah vitamin larut air dan vitamin larut lemak. Vitamin larut air terkandung dalam cumi-cumi adalah vitamin B1, B2, dan B6. Sedangkan vitamin larut lemaknya adalah vitamin A dan E.

Sedangkan kandungan komposisi mineral pada cumi-cumi dalm 100 gramnya adalah sebagai berikut:

  • Natrium 200 miligram
  • Kalium 290 miligram
  • Fospor 170 miligram
  • Kalsium 18 miligram
  • Magnesium 41 miligram
  • Besi 0,2 miligram
  • Seng 1,3 miligram
  • Tembaga 0,3 miligram

Di bagian terakhir ada mineral tembaga. Kita tidak perlu khawatir, mineral yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29 itu memiliki peran dalam pelbagai kegiatan enzim pernapasan sebagai kofaktor bagi enzim tiroksinase dan sitokhrom oksidase. Tembaga juga diperlukan dalam proses pertumbuhan sel-sel darah merah yang masih muda. Menurut Winarko kekurangan tembaga dapat menyebabkan terjadinya leukopenia atau kekurangan sel darah putih, demineralisasi tulang dan kurangnya jumlah sel darah yang dihasilkan. Tetapi yang perlu diingat jangan sampai juga berlebihan dalam konsumsi pangan bernilai tembaga. Menurut Almatsier angka kecukupan gizi dar tembaga yang aman untuk dikonsumsi dalam sehari adalah 1,5 sampai 3 miligram. Lebih dari itu dapat berisiko bagi kesehatan.

Dengan aneka komponen gizi tersebut. Sudah seharusnya kita tidak ragu untuk mengkonsumsi lauk cumi. Hanya saja, dalam proses memasaknya sebaiknya diperhatikan penambahan bahan tambahan pangan seperti garam untuk dikurangi karena kandungan natrium dalam cumi itu sendiri sudah cukup banyak. Dan baiknya diolah dengan sayuran agar semakin menyehatkan dan lezat dikonsumsi. Adapun anjuran untuk tidak mengkonsumsi jika memang itu sudah menjadi resep dokter silakan untuk diikuti, tetapi baiknya ajari anak sejak dini untuk menyukai beragam jenis makanan termasuk ikan-ikanan di mana cumi menjadi salah satu jenisnya. Mari gemar makan ikan!

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...