Kesehatan / Herbal / Botani Jahe dan Nilai Gizinya

Botani Jahe dan Nilai Gizinya

JaheJahe merupakan rimpang tanaman yang diduga berasal dari Asia Tenggara. Tetapi untuk saat ini, tidak hanya dijumpai di kawasan ASEAN namun juga di Australia, Cina, Mesir, Yunani, dan hampir di setiap negara. Jahe sering digunakan sebagai salah satu rempah-rempah dalam masakan.

Jahe menurut klasifikasinya termasuk ke dalam devisi Spermatophyta dengan spesies Officinale. Secara penampakan, tanaman ini terdiri dari batang, daun, akar, dan bunga. Tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman rumput-rumputan yang hidup merumpun, berbatang semu, tegak atau condong dengan ketinggian antara 30 sampai 100 cm. Seluruh batangnya tertutup kelopak daun dan melingkari batang, bunganya berbentuk mayang berwarna kuning kehijauan dengan bibir bunga berwarna ungu.

Menurut Koswara, tumbuhan ini berkembang baik pada daerah dengan curah hujan antara 2500 – 4000 mm per tahun, dan pada suhu 25 hingga 30 derajat celcius dengan kelembaban sedang sampai tinggi. Mulai dari daerah pantai sampai ketinggian 2000 dari permukaan laut, tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik.

Bagian tanaman yang sering digunakan adalah bagian rhizomanya atau rimpang. Rimpang adalah bagian batang yang ada di dalam tanah dan membuah. Biasanya dipanen antara 9 sampai 11 bulan. Bentuknya bercabang-cabang, berserat, dan aromanya sangat harum. Dari segi ukuran, jahe terbagi menjadi tiga, jahe gajah, jahe merah yang kini banyak dikonsumsi dalam bentuk susu jahe merah, dan jahe kecil putih yang banyak digunakan untuk memasak di dapur.

Menanam jahe di pekarangan sangatlah baik, selain sebagai apotek hidup, kehijauannya dapat menyegarkan mata juga. Dan tidak harus memakan lahan yang baik. Sistem tanam dengan pot pun jadi. Asal kondisi tanahnya bagus dan dirawat dengan baik, niscaya tanaman jahe yang kita tanaman akan menghasilkan kualitas yang baik.

Secara umum sudah tidak diragukan lagi pemanfaatannya, selain untuk jamu, dan tanaman yang bersifat herbal, jahe juga dijadikan rempah-rempah yang banyak digunakan dalam aneka masakan. Tapi, tidak ada salahnya kita mengetahui komposisi nilai gizi atau kimia dari jahe itu sendiri. Baik yang segar maupun yang kering.

Sepintas komposisi rimpang itu terdiri dari air, protein, pati, selulosa, pentosan, minyak atsiri, oleoresin, dan mineral. Adapun perbedaan antara yang basah dengan yang kering dalam 100 gram menurut Koswara adalah sebagai berikut:

 

JAHE SEGAR

  • Energi 184,0 Kkal
  • Protein 1,5 gram
  • Lemak 1,0 gram
  • Karbohidrat 10,1 gram
  • Kalsium 21 miligram
  • Posfor 39 miligram
  • Besi, 4,3 gram
  • Vitamin A 30 SI
  • Thiamin 0,02 miligram
  • Niasin 0,8 miligram
  • Vitamin C 4 miligram
  • Serat Kasar 7,53 gram
  • Total Abu 3,70 gram
  • Magnesium 0 miligram
  • Natrium 6,0 miligram
  • Kalium 57,0 miligram
  • Seng 0 miligram

JAHE KERING

  • Energi 1424,0 Kkal
  • Protein 9,1 gram
  • Lemak 6,0 gram
  • Karbohidrat 70,8 gram
  • Kalsium 116 miligram
  • Posfor 148 miligram
  • Besi, 12 gram
  • Vitamin A 147 SI
  • Thiamin 0 miligram
  • Niasin 5 miligram
  • Vitamin C 0 miligram
  • Serat Kasar 5,9 gram
  • Total Abu 4,8 gram
  • Magnesium 184 miligram
  • Natrium 32 miligram
  • Kalium 1324 miligram
  • Seng 5 miligram

Dari hasil perbandingan tersebut nampak jelas bahwa jahe kering lebih kaya komponen gizinya. Itulah mengapa jahe lebih banyak dikonsumsi jika sudah kering. RebusanĀ  jahe kering biasanya digunakan untuk herbal, penghangat badan dan daya tahan tubuh. Sifat fungsional jahe juga sangat berguna untuk mengawetkan makanan. Jahe berfungsi pula sebagai antioksidan yang lebih baik jika dibandingkan dengan vitamin E.

 

Foto Profil dari Taufiq Firdaus A. Atmadja
Pembelajar asal Garut. Lulusan Ilmu Gizi IPB, Bogor. Alumni MAN Insan Cendekia, Serpong. Salah satu pengajar di lembaga bimbingan belajar di Kota Bogor, dan tentor lepas bagi beberapa murid privat. Bidang ampu mata ajar Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi SMP/SMA.

2 comments

  1. thanks infomasinya, sangat informatif…

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...