Kesehatan / Reproduksi / Waspada Nyeri Saat Haid

Waspada Nyeri Saat Haid

Nyeri Saat Haid – Mengalami menstruasi (haid) setiap bulan merupakan keistimewaan tersendiri bagi kaum wanita. Karena hanya wanita yang mengalami kasus ini. Setiap bulan setiap wanita yang sudah baligh, normalnya mengalami haid. Yakni mengeluarkan darah segar dari organ kewanitaan. Haid biasanya terjadi selama beberapa hari, berbeda antara satu wanita dengan wanita lain. Namun, proses pengeluaran darah haid secara alami berlangsung selama lima hingga tujuh hari.

www.segiempat.com

www.segiempat.com

Sebenarnya apa sih yang terjadi dengan tubuh kita saat haid? Mengapa harus mengeluarkan darah dan menimbulkan rasa kram dan nyeri pada perut? Haid merupakan proses alami yang terjadi pada wanita. Saat haid, sel telur yang tidak dibuahi dalam rahim mengalami peluruhan. Sel telur yang meluruh ini yang kemudian dikeluarkan melalui organ kewanitaan dalam bentuk darah haid. Sebenarnya yang dikeluarkan saat haid tidak hanya darah, tapi juga sel-sel dan jaringan yang membentuk sel telur.

Nyeri Saat Haid, Normalkah?

Haid terkadang menimbulkan rasa nyeri pada sebagian wanita. Biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua. Namun, intensitasnya berbeda antara wanita satu dengan lainnya. Ada wanita yang merasakan nyeri hebat saat mengalami menstruasi, ada yang mengalami nyeri ringan dan ada juga yang tidak mengalami rasa nyeri sama sekali. Mengapa bisa begitu?

Menurut dr. Meutia yang menjadi narasumber Coffe Break TV One jum’at 20 Maret 2015, rasa nyeri saat haid muncul sebagai bentuk respon tubuh terhadap proses peluruhan sel telur yang tidak dibuahi dalam rahim. Intensitas nyeri yang berbeda antara wanita satu dan lain terjadi karena adanya respon yang berbeda oleh masing-masing tubuh. Selain itu daya tahan tubuh untuk menahan rasa nyeri juga berbeda untuk setiap orang.

Sering kita mendengar rumor bahwa haid yang dibarengi dengan nyeri hebat setiap bulan merupakan salah satu gejala adanya masalah pada rahim. Benarkah rumor ini? Berbahayakah hal ini? Masih menurut dr. Meutia di acara Coffe Break TV One, nyeri haid merupakan hal yang normal terjadi. Terutama jika nyeri tersebut terjadi pada hari pertama dan kedua haid. Namun, jika rasa nyeri yang hebat terus berlanjut bahkan melebihi periode haid, maka hal ini perlu diwaspadai. Segera periksakan diri ke dokter atau bidan terdekat. Karena dikhawatirkan rasa nyeri tersebut bukan nyeri haid biasa. Takutnya ada masalah dengan rahim Anda.

Cara Mengatasi Rasa Nyeri Saat Haid

Meskipun rasa nyeri saat haid merupakan hal yang normal, namun kondisi tersebut terkadang mengurangi kenyamanan wanita. Untuk mengatasi rasa nyeri tersebut, beberapa wanita mengkonsumsi obat-obatan instan dari apotik. Namun, hal itu tidak disarankan dr. Meutia tidak menyarankan hal tersebut. Dr. Meutia justru lebih menyarankan pada para wanita untuk menggunakan ramuan dan treatmen alami. Misalnya dengan mengkonsumsi ramuan temulawak. Selain itu bisa juga diberikan treatmen dengan cara meletakkan botol berisi air hangat di perut. Botol berisi air hangat ini bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi di daerah yang ditempelinya, sehingga bisa mengurangi rasa kram dan nyeri pada perut.

Nah, Belovers nyeri saat haid memang merupakan hal yang normal terjadi. Namun, kita juga perlu waspada dengan rasa nyeri yang tidak biasa atau tidak wajar saat haid. Khawatirnya rasa nyeri tersebut bukan nyeri haid yang biasa. Biasakan untuk mengkonsultasikan setiap gejala-gejala tidak wajar yang kita rasakan pada ahlinya. Karena bisa jadi itu merupakan salah satu alarm ‘tanda bahaya’. Sayangi tubuh dengan senantiasa aware dengan segala bentuk gejala-gejala ‘tidak biasa’ yang dirasakan.

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

One comment

  1. Terima kasih untuk infonya

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...