Kesehatan / Gizi / Teh Sebagai Pengganti Susu, Bisakah?

Teh Sebagai Pengganti Susu, Bisakah?

Tidak jarang kita menemui anak-anak yang tidak suka minum susu. Ada yang karena alergi dengan susu formula atau susu sapi segar. Dan ada juga yang memang tidak doyan karena tidak suka bau atau rasanya. Sebagai Ibu mungkin Anda kemudian mencarikan minuman alternatif pengganti susu untuk anak. Tentunya dengan harapan minuman pengganti tersebut memberikan manfaat bagi kesehatan si anak. Terkadang karena mengetahui teh merupakan salah satu minuman sehat, tidak jarang ibu-ibu pun memberikan minuman teh pada anak-anaknya. Benarkah tindakan ini? Bisakah teh dijadikan sebagai alternatif pengganti susu?

Dalam rubrik Konsultasi Pangan Majalah Ummi No. 11/ XX Maret 2009 Dr. Ir. Sugiyono, M. AppSc memberikan pandangannya. Dr. Ir. Sugiyono menerangkan bahwa kandungan zat gizi pada susu dan teh sangat berbeda jauh. Susu mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan anak. Sementara kandungan zat gizi yang sama tidak terdapat pada minuman teh, baik pada teh hijau ataupun teh hitam.

Gambar: id.wikipedia.org

Gambar: id.wikipedia.org

Konsumsi susu sangat dibutuhkan bagi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Terutama bagi anak-anak yang usianya masih di bawah dua tahun. Adapun air susu terbaik bagi anak-anak adalah air susu ibunya (ASI). Asupan ASI bagi anak-anak usia di bawah 2 tahun penting bagi tumbuh kembang anak. Mengingat asupan nutrisi dari makanan masih terbatas, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Sehingga perlu ditopang dengan pemberian ASI atau susu bantu lainnya. Dan untuk anak-anak yang berumur di atas 2 tahun, menu makanannya sebaiknya semakin beragam. Sehingga asupan nutrisi bagi tubuhnya tercukupi dari makanan yang mereka konsumsi.

Gambar: www.tribunnews.com

Gambar: www.tribunnews.com

Bagaimana dengan minuman teh? Perlukah diberikan pada anak-anak? Masih menurut Dr. Ir. Sugiyono dalam rubrik Konsultasi Pangan Majalah UMMI, teh, baik teh hitam ataupun teh hijau kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Namun disamping itu perlu ditahui bahwa minuman teh, –baik teh hijau ataupun teh hitam—mengandung senyawa tanin. Nah, senyawa tanin ini dalam tubuh dapat mengikat mineral. Sehingga penyerapan mineral ke dalam tubuh menjadi terhambat. Hal ini tentu saja sangat merugikan bagi tubuh. Terutama bagi tubuh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Di mana tubuh mereka membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, termasuk mineral. Mineral merupakan komponen gizi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan anak.

Selain itu, anak-anak juga sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Sebab, penelitian medis menunjukkan bahwa anak-anak yang dibiasakan mengkonsumsi makanan dan minuman manis sejak kecil, berisiko tinggi menderita karies gigi dan kencing manis.

Jadi, dari informasi di atas bisa disimpulkan bahwa minuman teh sama sekali tidak bisa menggantikan peran susu pada anak-anak. Adapun jika anak-anak tidak suka susu, kita tidak perlu risau menggantinya dengan minuman sehat lainnya. Jika anak-anak kita berusia lebih dari dua tahun, asupan nutrisi bisa kita berikan melalui menu makanan mereka sehari-hari. Berikan menu makanan yang sehat dan beragam setiap harinya. Seperti, nasi, lauk pauk, sayur, dan buah. Insya Allah kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral sudah tersedia dari makanan tersebut. Jika kita tetap ingin memberikan minuman sehat untuk menunjang kesehatan buah hati, sebaiknya berikan susu kedelai. Sementara untuk teh manis tidak disarankan untuk si kecil. Kalaupun tetap ingin memberkan si kecil minum teh, sebaiknya berikan seperlunya saja. Jangan dijadikan sebagai minuman rutin atau kebiasaan.

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

One comment

  1. Betul. Saya juga meminimalkan anak minum teh.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...