Kesehatan / Informasi / Puasa Sebagai Terapi Penyembuhan Penyakit

Puasa Sebagai Terapi Penyembuhan Penyakit

Dan jika kamu berpuasa, itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al Baqaroh ayat 184).

Puasa sebagai salah satu bentuk terapi pengobatan penyakit sudah dikenal sejak lama. Banyak ahli kesehatan yang sudah membuktikan manfaat puasa sebagai terapi penyembuhan penyakit. Banyak ahli dan ilmuwan kedokteran yang menganjurkan terapi penyembuhan dengan puasa ini. Sebut saja, misalnya, Bernard Jhonson dari Kanada yang telah membuktikan keampuhan terapi puasa ini pada lebih dari 50 ribu kasus penyakit di tempat praktiknya di Kanada. Selain itu ada juga Sofneir Laf Vivin (Perancis), Yori Nicolayef (Rusia), Posinger (Jerman), Allan Cott (Amerika) dan Shalton (Inggris) juga menganjurkan dan menerapkan terapi pengobatan dengan puasa ini.

Nah, bagaimana puasa bermanfaat sebagai terapi penyembuhan penyakit?

Setiap hari tubuh kita menerima asupan lemak, gula dan garam dari makanan yang kita konsumsi. Perlu ketahui bahwa lemak, gula dan garam adalah tiga unsur penting yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi, jika konsentrasinya berlebihan dalam tubuh justru akan menimbulkan penyakit. Nah, ritual puasa merupakan salah satu cara alami untuk mengontrol konsentrasi berlebih ketiga zat ini dalam tubuh.

Menurut Dr. Bahar Azwar, pada saat puasa asupan lemak, gula dan garam ke dalam tubuh terhenti selama jangka waktu tertentu. Akibatnya saat puasa konsentrasi ketiga zat tersebut dalam tubuh berkurang. Jika asupan gula berkurang,maka otak yang paling membutuhkannya akan bereaksi. Akibatnya, kelenjar pankreas akan dirangsang untuk mengeluarkan glikagon. Ia akan membakar glikogen yang tersimpan dalam hati menjadi glukosa. Sehingga kebutuhan energi tubuh bisa tercukupi. Selanjutnya, jika kebutuhan energi tubuh belum terpenuhi, maka secara alami akan terjadi proses pembakaran lemak yang menumpuk dalam tubuh. Dimulai dari lemak yang terdapat dalam pembuluh koroner yaitu pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah ke jantung, hati, usus dan ginjal.

Proses inilah yang terjadi siang hari saat kita puasa. Pembakaran lemak yang terjadi untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, bermanfaat mengurangi tumpukan lemak dalam tubuh. Sehingga berat badan berkurang, tubuh menjadi lebih ringan. Lemak dan kolesterol dalam tubuh akan berkurang, aliran darah melalui pembuluh koroner menuju jantung dan organ-organ penting lainnya semakin lancar, sehingga organ-organ jantung, hati, usus dan ginjal lebih sehat.

Berkurangnya konsentrasi garam dalam darah juga bermanfaat mengurangi beban jantung dan ginjal. Sehingga kinerja jantung dalam memompa darah ke seluruh jaringan tubuh menjadi lebih maksimal. Jika peredaran darah lancar, maka berbagai potensi gangguan kesehatanpun dapat dihindari. Seperti hipertensi dan gejala sakit kepala akibat hipertensi akan jauh dari tubuh, karena sirkulasi darah berjalan dengan baik. Demikian juga dengan performa kerja ginjal juga akan semakin baik. Karena beban kerja ginjal semakin dengan dengan menurunnya asupan garam dalam tubuh selama puasa.

Jadi, sebagai terapi penyembuhan penyakit, puasa berperan mengatur asupan dan mengurangi penumpukan zat-zat makanan (lemak) dalam tubuh. Selain itu, puasa juga berperan untuk menyehatkan dan memperlancar kerja-kerja organ-organ penting tubuh. Dampak akhirnya adalah terjadinya proses pembaharuan sel-sel tubuh secara simultan. Sehingga tubuh secara alami mampu memulihkan dirinya dari penyakit. Sel-sel tubuh yang barupun lebih tangguh dalam melawan serangan virus dan bakteri penyebab penyakit. Jadi, puasa sebagai terapi penyembuhan penyakit yang murah meriah yang diajarkan oleh agama dan diakui secara medis. Jadi, mengapa kita masih ragu?

Referensi:

Azwar, B. 2005. Fiqh Kesehatan. Jakarta: Qultum Media

Hamdi, A. tt. Berkah dan Keajaiban Ibadah Puasa, Rahasia Islam untuk Menggapai Kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Jakarta: Penerbit Sandro Jaya.

Penulis: Neti Suriana

Foto Profil dari Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...