Kesehatan / Informasi / Pentingkah Imunisasi?

Pentingkah Imunisasi?

Pentingkah Imunisasi? – Pro kontra imunisasi sempat menjadi tranding topic di sosial media beberapa waktu lalu. Pro kontra itu sepertinya masih dan akan terus berlanjut. Bahkan di facebook ditemukan banyak group dan fan page yang menjadi ajang debat pro kontra imunisasi dan vansin. Sempat juga ditemukan FP provaksin dan FB antivaksin. Masing-masing memberikan informasi tentang imunisasi sesuai versi dan referensi yang mereka yakini.

Simpang siurnya informasi tentang imunisasi tidak jarang membingungkan masyarakat awam. Masing-masing informasi dikatkan dengan data dan fakta. Ditambah lagi ketika dikaitkan dengan dalil agama. Akibatnya, pertanyaan pentingkah imunisasi masih menjadi tanda tanya besar di tengah-tengah masyarakat. Masing-masing kubu masih kukuh dengan pendirian dan argumennya.

Ya, pentingkah imunisasi?

PerSeputar-Imunisasitanyaan ini juga menjadi salah satu tema pada program acara Coffe Break TV One jumat 13 Maret 2015 ini. Program ini mencoba menjawab kebingungan pemirsanya tentang vaksin dan imunisasi. TV One menghadirkan dr. Piprim B. Yanuarso sebagai narasumber utama.

Pentingkah imunisasi? Untuk menjawab pertanyaan ini dr. Piprim B. Yanuarso mengungkapkan fakta kasat mata tentang manfaat imunisasi. Sekretaris umum IDAI ini menunjukkan fakta kasat mata tentang semakin menurunnya ditemukan kasus penyakit polio dan campak di masyarakat. “Dulu kita sering menemukan orang-orang yang cacat lumpuh layuh akibat menderita polio. Sekarang kasus ini sudah jarang ditemui. Bahkan Indonesia bisa dinyatakan bebas polio,” beber dr. Piprim B. Yanuarso.

Ini merupakan dampak positif dari program wajib imunisasi polio bagi anak dan balita yang dicanangkan oleh pemerintah. Lebih lanjut dr. Piprim B. Yanuarso mengatakan bahwa vaksin dibuat melalu penelitian dan proses yang panjang. Jadi, vaksin tidak mungkin dibuat jika tidak penting.

Lalu, bagaimana dengan efek negatif imunisasi yang sering dibeberkan oleh kelompok antivaksin? Benarkah imunisasi bisa menyebabkan daya tahan tubuh anak menurun? Biasanya anak-anak ada anak-anak setelah menerima vaksinasi mengalami demam dan bengkak-bengkak. Apakah ini bagian dari dampak negatif vaksinasi?

Menurut dr. Piprim demam, bengkak dan gejala lain pasca imunisasi bukanlah dampak negatif dari imunisasi. “Itu merupakan kejadian ikutan pasca imunisasi.” Tegas dr. Piprim. Dokter Piprim melanjutkan bahwa itu merupakan gejala yang wajar. Biasanya hanya berlangsung beberapa hari saja sebagai reaksi tubuh ketika menerima vaksinasi. Setelah itu tubuh akan kembali pulih seperti sedia kala.

Demikianlah secara garis besar penjelasan dr. Piprim B. Yanuarso terkait imunisasi. Secara jelas dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa imunisasi sangat penting untuk kesehatan dalam jangka panjang. Di akhir segmen, dr. Piprim juga sempat memberikan pesan untuk pemirsa. Beliau berpesan agar kita lebih hati-hati dalam mencerna informasi di era serba instan ini. Pilih informasi dan referensi dari sumber-sumber terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan langsung menyimpulkan informasi yang diterima, jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Bertanya dan konsultasi langsung dengan ahlinya adalah pilihan bijak dan tepat. Agar kita tidak salah dalam mencerna dan memahami informasi yang diterima.

Referensi: Coffe Break TVOne

 

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...