Kesehatan / Informasi / Mewaspadai Kanker Pada Wanita

Mewaspadai Kanker Pada Wanita

Kanker pada wanita – Kanker merupakan salah satu jenis penyakit degeheratif yang mengerikan bagi orang awam. Ketika mendengar istilah kanker, umumnya yang pertama terlintas di benak kita adalah kematian. Hingga sejauh ini kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, khususnya di negara-negara berkembang. Sebab itulah, sampai sejauh ini kanker masih masuk dalam satu dari tujuh peyakit degeneratif yang ditakuti.

Sumber Gambar: ciricara.com

Sumber Gambar: ciricara.com

Sebelum dibahas lebih lanjut mari terlebih dahulu kita mengenal apa itu kanker. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kanker? Kanker disebut juga tumor ganas karena penyebarannya sangat cepat dan daya rusaknya lebih luas dari pada tumor jinak. Dalam istilah medisnya kanker disebut juga dengan neoplasma ganas. Yakni jenis penyakit degeneratif yang ditandai oleh tiga karakter ganas berikut:

  1. Siklus sel yang khas yang menyebabkan sel memiliki kemampuan tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali.
  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.
  3. Berpotensi menyebar ke jaringan tubuh lain melalui sirkulasi darah dan sistem limfa.

Kanker pada wanita sangat perlu untuk diwaspadai. Wanita usia produktif adalah kelompok yang paling rentan terserang penyakit ini. Sebab, ada banyak jenis kanker yang khusus menyerang organ reproduksi wanita dan umumnya terjadi pada usia-usia produktif.

Dua jenis kanker yang mengancam kaum wanita usia produktif adalah kanker payudara dan kanker serviks. Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa kanker payudara dan serviks adalah jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di dunia. Pada artikel Waspada Kanker Pada Wanita ini Blogekstra.com sejara khusus mengulas informasi tentang kanker payudara dan serviks berikut cara mudah mendeteksi penyakit ini khusus untuk kaum wanita.

Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker pada wanita yang perlu diwaspadai. Sebab hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa kanker ini masih menduduki urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling sering menyerang wanita, khususnya wanita usia produktif.

Dokter Ulfa Said Umar, Pengurus Yayasan Kanker (YKI) pusat dalam program acara Coffe Break TV One mengingatkan pada kaum hawa tentang bahaya penyakit ini. Ia menyarankan pada wanita agar lebih perhatian dengan tubuh mereka. Lakukan deteksi dini terhadap gejala kanker tersebut secara mandiri. Sebab gejala kanker payudara bisa dideteksi secara mandiri. Jika gejala kanker terdeteksi lebih dini, maka upaya pengobatannya pun akan lebih mudah. Serangan kanker dapat ditangani dengan cepat dan bahkan sangat memungkinkan untuk disembuhkan.

Gejala kanker payudara bisa dideteksi sedini mungkin secara mandiri dengan cara yang sangat mudah, yakni dengan metode SADARI (periksa payudara sendiri).

Bagaimana cara melakukan SADARI?

SADARI bisa dilakukan sacara mandiri oleh wanita di rumah. Adapun teknisnya bisa dipelajari dari berbagai brosur, pamflet, dan poster yang banyak ditemukan di tempat praktik bidan, atau rumah sakit. Selain itu cara melakukan SADARI juga sudah banyak diulas di internet. Anda bisa googling atau langsung mengunjungi website-website kesehatan di internet.

Lakukan SADARI secara rutin dan segera konsultasikan ke dokter jika ditemukan benjolan atau hal-hal lain yang mencurigakan. Mulailah untuk perhatian dengan gejala-gejala tidak biasa pada tubuh kita. Ingat, kesehatan adalah asset terbesar dalam hidup ini. Apalagi jika gangguan kesehatan tersebut berhubungan erat dengan organ reproduksi kita.

Kanker Serviks

Sumber Gambar: tempo.co

Sumber Gambar: tempo.co

Kanker serviks dikenal juga dengan istilah kanker leher rahim. Sesuai namanya, kanker ini menyerang daerah leher rahim (serviks), yakni bagian terbawah dari rahim yang menghubungkan antara rahim dan vagina.

Penyakit ini perlu diwaspadai oleh kaum wanita khususnya mereka yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Menurut data hasil penelitian, hingga saat ini kanker serviks masih tercatat sebagai jenis kanker penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah kanker payudara.

Penyakit ini bisa menyerang wanita dari kalangan mana saja. Tidak peduli status sosial yang mereka sandang. Semua wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seks, beresiko terjangkit penyakit mematikan ini.

Adapun penyebab serangan kanker serviks adalah infeksi virus human papilloma (Human Papilloma Virus/HPV). Ditularkan melalui kontak seksual dan non seksual. Namun yang paling umum adalah penularan melalui kontak seksual. Penularan melalui kontak non seksual sangat jarang terjadi.

Sama seperti kanker payudara, wanita juga harus melakukan deteksi dini kanker serviks secara berkala. Terutama untuk para wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Sayangnya, untuk melakukan deteksi dini kanker serviks tidak bisa dilakukam secara mandiri seperti kanker payudara. Untuk mendeteksi kanker serviks ita perlu melakukan skrining di laboratorium.

Ada dua teknis skrining atau pemeriksaan penapis yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker leher rahim. Kedua teknis tersebut yaitu: pertama dengan metode pap smear (tes pap) dan kedua dengan Visual Inspection with Acetic Acid (Inspeksi visual dengan aplikasi asam asetat/IVA). Untuk lebih jelasnya tentang teknis skrining dengan Pap Smear dan IVA ini akan dibahas pada tulisan tersendiri. Pantengin terus blog kesehatan.blogekstra.com ya!

Demikian artikel tentang Waspada Kanker pada Wanita ini. Semoga bermanfaat!

Referensi:

  1. Program Acara Coffe Breaks TV One 13 Maret 2015
  2. Rubrik Kesehatan Keluarga Majalah UMMI No. 01/XXI Mei 2009
  3. Amelia, R. 2010. Dahsyatnya Terapi Herbal untuk 7 Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Pinang Merah Publishing

 

Penulis: Neti Suriana

Foto Profil dari Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...