Kesehatan / Informasi / Mengenal Penyakit Lupus

Mengenal Penyakit Lupus

Penyakit Lupus, lucu ya namanya? Sayangnya penyakit lupus tidaklah selucu namanya. Penyakit ini dikenal sangat merepotkan. Selain sulit dideteksi penyakit ini juga belum ditemukan obat penyembuhnya.

sumber gambar: penyakitlupus.org

sumber gambar: penyakitlupus.org

Baik, sebenarnya apa sih penyakit lupus itu? Apa saja gejalanya? Berikut dalam tulisan ini Blogekstra.com secara khusus mengulas tentang serba serbi penyakit lupus

Penyakit Autoimun

Prof. dr. Zubairi Djoerban SpPD. KHOM. FINASIM., pakar lupus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyebutkan bahwa lupus adalah penyakit autoimun. Maksudnya adalah penyakit ini menyerang sistem imunitas (kekebalan tubuh) hingga rusak. Akibatnya, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri dan benda asing, justru berbalik menyerang tubuh sendiri.

Ibarat sebuah negara, sistem imunitas tubuh adalah barisan tentara yang bertugas mengamankan negara dari gangguan keamanan. Lalu, apa yang terjadi jika barisan tentara keamanan tersebut yang sudah kacau? Saling menyerang satu sama lain, bahkan menyerang rakyatnya sendiri?

Inilah yang terjadi pada tubuh penderita lupus. Sistem kekebalan tubuhnya yang sudah kacau justru merusak organ-organ tubuh itu sendiri. Sebab, gangguan pada sistem imun menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk mendeteksi mana zat asing yang harus dilawan dan mana sel tubuh sendiri. Singkatnya, tidak bisa lagi membedakan mana kawan dan mana yang lawan.

Lupus bukanlah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Sampai sejauh ini belum diketahui pasti apa faktor penyebab utama terjadinya gangguan imunitas ini.

Sulit Dideteksi

Penyakit lupus termasuk jenis penyakit yang sangat merepotkan sekaligus mengejutkan. Sebab, penyakit ini sulit dideteksi. Umumnya tidak langsung terdeteksi saat pertama kali berobat ke dokter. Biasanya butuh waktu bertahun-tahun baru terdeteksi bahwa gangguan kesehatan yang dialami oleh pasien adalah gejala penyakit lupus.

Untuk memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami pasien adalah penyakit lupus atau tidak diperlukan proses yang panjang. Tidak hanya memerlukan berbagai tes laboratorium yang teliti. Tapi juga diperlukan rekam medis yang panjang, wawancara rinci tentang riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Jadi, tidak bisa dipastikan hanya dengan pemeriksaan tunggal. Adapun yang menyebabkan sulitnya diagnosa adalah, pada tahap awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang khas. Justru, gejala-gejala yang timbul lebih menyerupai penyakit lain, sesuai organ tubuh yang terserang lupus.

Gejala Awal Penyakit Lupus

Seperti disebutkan sebelumnya, penyakit lupus sangat sulit terdeteksi. Disebabkan salah satunya adalah karena tidak adanya gejala yang khas sebagai pertanda tubuh terserang penyakit ini. Penyakit lupus umumnya baru terdeteksi ketika pasien sudah merasakan empat gejala dari banyak gejala yang mungkin terjadi pada penderita lupus.

Berikut adalah gejala-gejala awal saat tubuh terserang penyakit lupus, yaitu:

  • Sakit dan nyeri pada tulang
  • Demam dan panas tinggi berkepanjangan, tapi bukan karena disebabkan oleh infeksi.
  • Lelah dan lemas berkepanjangan
  • Ruam pada kulit.
  • Anemia
  • Gangguan pada ginjal.
  • Dada terasa sakit saat bernafas dalam
  • Muncul bercak merah pada wajah dengan pola menyerupai kupu-kupu (Buuterfly rash)
  • Sangat sensitif dengan sinar matahari
  • Rambut rontok
  • Ujung jari pucat
  • Stroke
  • Berat badan menurun
  • Sakit kepala
  • Kejang
  • Sariawan yang hilang timbul
  • Keguguran

Nah, jika menemukan empat gejala dari banyak gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan tes kesehatan. Untuk memastikan gangguan kesehatan apa yang sebenarnya sedang dialami. Semakin cepat mengetahui jenis penyakit yang diderita, semakin baik. Agar gangguan kesehatan yang dialami bisa segera ditangani dengan baik.

Hingga saat ini, memang belum ada metode pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit lupus secara total. Sejauh ini pengobata yang dilakukan hanya untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan dan menjaga agar fungsi tubuh tetap normal. Untuk itu, selain pengobatan, odapus (orang dengan lupus) juga membutuhkan dukungan moril dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Untuk membangun kekuatan mental dan menjauhkan mereka dari depresi. Agar mereka bisa berdamai dengan apa yang terjadi.

Wanita Usia Produktif Lebih Rentan

Ada fakta mengejutkan terkait penyakit lupus ini, yaitu penyakit lupus umumnya banyak menyerang wanita usia produktif. Belum diketahui apa faktor penyebab mengapa penyakit lupus lebih banyak menyerang perempuan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa hal tersebut berkaitan dengan pengaruh hormon estrogen. Sebab, hormon estrogen ikut berperan aktif dalam mengatur sistem imunitas tubuh. Sebaliknya kelompok laki-laki kasus lupus lebih jrang terjadi. Menurut data medis perbandingan angka kasus lupus antara perempuan dan laki-laki pada usia produktif adalah 9:1. Namun, setelah usia tidak produktif, kasusnya berkurang menjadi 2:1. Dugaan sementara menyebutkan bahwa hormon androgen yang dimiliki oleh pria berperan dalam melindungi tubuh dari serangan lupus.

Sumber referensi: Rubrik Sehat Majalah Aulia No. 02 Tahun XI Syawal-Zulqaidah 1434/Agustus 2013.

Penulis: Neti Suriana

Foto Profil dari Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...