Kesehatan / Wawasan / Mengenal Gejala-gejala Hipertensi dan Cara untuk Mengatasinya

Mengenal Gejala-gejala Hipertensi dan Cara untuk Mengatasinya

Hipetensi (Hypertension) di tengah masyarakat lebih dikenal dengan istilah tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi di mana tubuh manusia mengalami peningkatan tekanan di atas normal yang ditunjukkan oleh alat pengukur tensi. Tekanan darah seseorang bisa diukur dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah , baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat pengukur tekanan darah digital lainnya.

Angka tekanan darah normal setiap orang berbeda-beda. Tergantung tinggi badan, berat badan, tingkat aktivitas dan kesehatannya. Namun, angka tekanan darah normal seseorang yang memiliki tinggi badan, berat badan, tingkat aktivitas normal dan kesehatan secara umum berada pada kisarana 120/80 mmHG.

Sumber Gambar: dokita.co

Sumber Gambar: dokita.co

Hipertensi termasuk jenis penyakit degeneratif yang berbahaya. Selain itu, hipertensi juga merupakan faktor resiko penyebab berbagai penyakit degeneratif lainnya. Mengapa demikian? Karena, kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi terus menerus menyebabkan organ jantung penderitanya bekerja extra keras. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan pada organ-organ penting tubuh seperti pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Selain itu, hipertensi juga menjadi penyebab utama terjadinya serangan stroke dan sakit jantung.

Gejala-gejala Hipertensi

Hipertensi terkadang jarang terdeteksi dengan cepat. Karena, karena penyakit ini pada sebagian besar penderita tidak menimbulkan gejala khusus. Namun, ada beberapa gejala yang umum terjadi bersamaan dengan serangan hipertensi dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Gejala tersebut diantaranya yaitu: sakit kepala, pendarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan.

Sementara itu, serangan hipertensi akut seringkali memperlihatkan beberapa gejala umum, seperti: sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, dan pandangan mata kabur. Hipertensi akut berpotensi menurunkan kualitas kesehatan. Bahaya stroke, seranngan jantung bahkan koma akan mengintai penderita, jika serangan hipertensi tidak segera ditangani dengan baik. Oleh karena itu, jika Anda memiliki resiko potensi tinggi sebaiknya rutin mengontrol kesehatan khususnya tensi darah. Hal ini tidak lain agar kita bisa menangani serangan hipertensi sedini mungkin. Sehingga, resiko terburuk dari hipertensi bisa dicegah dengan segera.

Cara untuk Mengatasi Serangan Hipertensi

Ada dua jenis terapi yang bisa Anda pilih untuk mengatasi serangan hipertensi ini, yaitu:

  1. Terapi medis kedokteran modern

Terapi jenis ini membutuhkan penangan langsung dari tenaga medis yang ahli. Terapi jenis ini bekerja dengan empat metode, yaitu; mengeluarkan cairan dari dalam tubuh, mengurangi kekuatan otot jantung, melonggarkan pembuluh darah, dan menghambat penumpukan zat-zat yang berpotensi menyempitkan pembuluh darah. Untuk mendapatkan terapi kedokteran modern ini Anda bisa menghubungi dokter spesialis ataupun rumah sakit yang memberikan layanan terapi ini.

  1. Terapi pengobatan herbal

Selain terapi medis, serangan hipertensi juga bisa diatasi dengan terapi herbal. Ada banyak jenis herbal yang berkhasiat menurunkan tekanan darah. Terapi herbal ini sangat dianjurkan untuk penangan hipertensi dini. Selain murah, aman, terapi ini juga mungkin dilakukan secara mandiri. Tentu saja, terapi herbal ini tetap perlu dilakukan dengan pengetahuan yang benar.

Herbal Berkhasiat untuk Mengatasi Hipertensi

Jadi, terapi herbal bisa menjadi alternatif tepat untuk mengatasi serangan hipertensi. Nah, Anda tentu ingin tahu, apa saja sih herbal yang bisa digunakan untuk menangani hipertensi? Berikut adalah beberapa jenis herbal berikut ramuannya yang bisa digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi):

–          Alang-alang (Imperata cylindrica)

Alang-alang berkhasiat sebagai peluruh air seni. Artinya, ramuan herbal alang-alang pada terapi ini berfungsi untuk memperbanyak pengeluaran cairan tubuh. Adapun cara membuat ramuannya adalah sebagai berikut: 49 buah rimpang alang-alang kering direbus dalam 2 gelas air hingga mendidih dan air rebusan tinggal setengahnya. Saring air rebusannya kemudian minum sebanyak dua kali sehari.

–          Alpokat (Persea gratissima G.)

Bagian tanaman alpokat yang berkhasiat untuk mengatasi hipertensi adalah daunnya. Caranya yaitu dengan cara menyeduh 3 lembar daun alpukat dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin air seduhan tersebut diminum sekaligus.

–          Ketimun (Cucumis sativus L.)

Buah ketimun juga dipercaya berkhasiat untuk menurunkan tensi. Untuk tujuan ini dua buah mentimun bisa dikonsumsi langsung atau diminum dalam bentuk jus. Konsumsi 2 buah mentimun sebanyak 2-3 kali sehari secara rutin. Insya Allah tekanan darah Anda akan kembali normal secara bertahap.

–          Mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Sediakan 2 buah mengkudu matang dari pohon. Peras mengkudu masak untuk mengambil airnya. Kemudian tambahkan 1 sendok makan madu murni. Aduk campuran bahan tersebut hingga merata, kemudian saring. Minum ramuan herbal ini tiap dua hari sekali.

–          Tapak Dara (Catharantus roseus)

Sebanyak 15-20 gram daun tapak dara kering dan 10 gram bunga krisan direbus dalam 2,5 gelas air hingga mendidih, kemudian saring. Ramuan herbal ini diminum setiap sore hari hingga tekanan darah dirasa normal.

Ok, demikian informasi ringkas tentang gejala-gejala hiperensi dan cara untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Penulis: Neti Suriana

Foto Profil dari Neti Suriana
Author, content writer, blogger

One comment

  1. sri ayu lestari

    Terimakasih atas Informasinya

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...