Kesehatan / Gizi / Inilah Bahaya Beras Plastik Bagi Kesehatan

Inilah Bahaya Beras Plastik Bagi Kesehatan

Bahaya beras plastik – Belovers, ternyata tidak hanya bakso, tahu, dan jajanan dengan bahan tambahan pangan berbahaya saja yang perlu diwaspadai oleh masyarakat kita. Bahkan beras yang nota bene makanan pokok pun perlu diwaspadai keamanannya. Akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh isu beras sintetis yang beredar bebas di pasaraan. Dari beberapa pemberitaan di televisi dan media sosial terungkap bahwa beras sintetis yang bentuk dan ukurannya sangat mirip dengan beras asli tersebut terbuat dari plastik. Sehingga beras sintetis ini kemudian dikenal dengan sebutan beras plastik. Hingga hari ini beras plastik masih menjadi topic hangat di mana-mana termasuk media sosial.

Gambar: megapolitan.kompas.com

Gambar: megapolitan.kompas.com

Waw beras plastik? Kebayang ngak sih Belovers jika Anda mengkonsumsi beras –lebih tepatnya nasi– yang ternyata terbuat dari plastik? Rasanya sulit dibayangkan jika bahan-bahan plastik ini yang harus masuk dalam tubuh kita. Sebab, plastik bukanlah bahan makanan. Jadi, masuknya senyawa plastik dalam tubuh justru akan merugikan kesehatan tubuh. Nah, Belovers tentu ingin tahu lebih jauh kan, apa sih bahaya beras plastik bagi kesehatan? Berikut adalah penjelasannya!

Pertama: Plastik dapat Merusak Organ Tubuh, Khususnya Organ Pencernaan.

Sebagaimana kita ketahui plastik bukanlah bahan pangan. Plastik tersusun dari senyawa anorganik yang mustahil bisa dicerna oleh organ pencernaan mahluk hidup, termasuk manusia. Bisa dibayangkan jika plastik harus masuk dalam organ pencernaan kita. Pastinya selain tidak akan memberikan nutrisi dan energi bagi tubuh, plastik juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh. Jadi, bahaya beras plastik yang pertama adalah dapat merusak organ-organ tubuh, khususnya organ pencernaan seperti lambung dan usus.

Kedua: Dapat Menyebabkan Kanker

Menurut Adriyanto, Ketua Tim Pangan dan Gizi Jatim Andriyanto seperti dikutib dari situs JPNN.com plastik mengandung zat dioksin. Yakni zat yang bersifat karsinogenik. Di mana dalam jangka panjang zat ini dapat memicu timbulnya gejala kanker dalam tubuh, khususnya organ pencernaan.

Alurnya lebih kurang seperti ini. Beras plastik yang dikonsumsi akan masuk ke dalam tubuh melewati saluran cerna. Pada akhirnya, kandungan plastik yang mustahil tercerna ini akan menempel pada dinding lambung, usus dan organ cerna lainnya. Karena mendapati benda asing di dalamnya, sistem imun tubuh akan beraksi untuk melindungi tubuh dari efek buruknya. Sehingga, tubuh terasa kurang nyaman. Gejala awal yang mungkin akan terasa adalah perut terasa sakit seperti menderita maag, mual, pusing hingga hilangnya selera makan. Namun, jika kandungan plastik dalam tubuh tidak berhasil dikeluarkan, zat dioksin di dalamnya akan bereaksi. Dan lama kelamaan akan memicu timbulnya gejala kanker pada usus, lambung dan organ-organ tubuh lainnya.

Ketiga: Gizi Buruk

Gejala awal yang mungkin dirasakan oleh orang yang mengkonsumsi beras plastik adalah kehilangan selera makan (anoreksia), mual dan pusing. Kondisi ini pada akhirnya akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan pasien secara keseluruhan. Hilangnya nafsu makan menyebabkan pasien susah makan. Akibatnya, asupan nutrisi untuk menunjang kesehatan dan kebugaran tubuh menjadi terhambat. Jika tidak segera ditangani hal ini akan berakibat buruk bagi kesehatan pasien. Salah satunya adalah pasien akan mengalami kekurangan gizi (gizi buruk). Kalau hal ini yang terjadi, maka kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan akan menurun.

Nah Belovers, ternyata bahaya beras plastik ini tidaklah sederhana. Ini sangat serius. Oleh karena itu, kita perlu waspada dan hati-hati dalam memilih produk pangan yang akan kita konsumsi. Lebih khusus beras tentunya. Karena pangan satu ini adalah makanan pokok yang kita konsumsi setiap hari.

Referensi: jpnn.com, kompas.com. detik.com, tv one, transtv, dll.

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...