Kesehatan / Informasi / Inilah 3 Jenis Cacing Parasit Pada Manusia

Inilah 3 Jenis Cacing Parasit Pada Manusia

Bagaimana bahaya cacingan dan upaya pencegahannya sudah dibahas pada artikel berjudul ‘Waspada Bahaya Cacingan pada Anak-Anak”. Pada artikel kali ini Blogekstra.com secara khusus akan membahas tentang jenis-jenis cacing parasit pada manusia. Yakni jenis cacing yang menjadi penyebab gejala cacingan, khususnya pada anak-anak.

Cacing Gelang (Ascarisilumbricoides)

Gambar 1. Cacing Gelang

Gambar 1. Cacing Gelang

Cacing gelang disebut juga dengan cacing perut. Jenis cacing ini mampu  hidup dan berkembang biak dalam  usus manusia. Cacing jantan dewasa mampu tumbuh dengan panjang mencapai 30 cm. Sedangkan cacing gelang betina bisa tumbuh mencapai 35 cm. Dahsyatnya, cacing ini mampu bertelur 100.000 hingga 200.000 butir dalam satu hari. Sebagai parasit dalam satu hari Cacing Gelang mampu menyerap 0,14 gram karbohidrat dan 0,035 gram protein dalam satu harinya. Jadi, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa infeksi cacing gelang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya defisiensi gizi pada anak-anak.

Cacing gelang masuk dalam tubuh manusia bersama makanan yang terkontaminasi telur-telur cacing. Telur cacing tersebut masuk dalam sistem pencernaan akhirnya menetap dalam usus. Di usus halus telur-telur tersebut akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva cacing ini mampu menembus usus, masuk dalam aliran darah, mengikuti aliran darah tersebut menuju jantung dan paru-paru. Selanjutnya larva akan merangsang laring sehingga terjadi batuk dan akhirnya kembali masuk dalam saluran pencernaan melalui kerongkongan. Di dalam usus halus larva tumbuh menjadi cacing dewasa yang akan menghasilkan telur-telur cacing baru. Jika tidak segera diobati, populasi cacing akan berkembang dengan cepat dalam usus. Mengingat cacing betina dewasa mampu menghasilkan hingga 200ribu telur dalam sehari.

Gejala serangan infeksi cacing gelang antara lain gangguan lambung, kejang perut yang diikuti diare, berat badan turun, batuk dan demam. Serangan cacing gelang ini juga menyebabkan penderitanya mengalami defisiensi gizi. Untuk mendiagnosa apakah anak terinfeksi cacing gelang atau tidak, segera lakukan pemeriksaan pada feses penderita.

Terkait dengan serangan cacing gelang ini. Upaya pencegahan jauh lebih utama dilakukan. Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Baik pada diri, keluarga maupun lingkungan. Lingkungan yang sehat adalah kunci untuk hidup sehat.

Cacing Cambuk (Trichuris trichiura)

Ini merupakan cacing parasit paling umum ditemukan pada manusia. Ia menetap dalam usus besar dan menyerap zat gizi yang ada di sana. Pada kasus serangan yang berat, cacing ini dapat menyebabkan terjadinya gejala anemia.

Seperti dijelaskan dalam artikel ‘Waspada Bahaya Cacingan pada Anak-Anak’ cacing masuk dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh telur-telur cacing. Bisa jadi karena ia mengkonsumsi makanan yang terbuka dan terkontaminasi telur cacing parasit, atau karena tangan yang digunakan untuk menyentuh makanan tidak bersih. Terutama pada anak-anak yang senang main tanah. Tanah adalah media tempat mengeramnya telur-telur cacing yang akan menetas menjadi generasi cacing berikutnya. Bisa jadi kan kotoran tanah yang menempel pada tangan mengandung telur-telur cacing parasit tersebut. Dari sanalah telur-telur cacing tersebut masuk dalam tubuh manusia. Akhirnya telur-telur ini akan menetas dalam usus halus, kemudian berpindah ke usus besar. Selanjutnya cacing-cacing kecil ini akan menancapkan kepalanya pada lapisan dinding usus.

Dalam usus cacing menghisap darah, zat gizi, mengigit dan melukai dinding usus. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pendarahan terus menerus. Sehingga menyebabkan terjadinya gejala anemia pada inangnya.

Pada infeksi yang ringan, umumnya serangan cacing ini tidak menimbulkan gejala yang khusus.  Namun, pada kasus yang berat  infeksi cacing bisa menyebabkan timbulnya gejala-gejala diare, disentri, usus besar menonjol di anus, dan nyeri anus.

Bagaimana cara mendiagnosa gejala tersebut akibat infeksi cacing cambuk atau bukan? Diagnosa bisa dilakukan dengan memeriksa feses penderita.

Kunci pencegahan infeksi cacing cambuk adalah dengan menjalankan pola hidup bersih. Khususnya pada anak-anak yang sangat rentan terserang penyakit ini. Latih anak agar senantiasa mencucui tangan setelah bermain tanah dan sebelum menyentuh makanan. Jika anak sudah terinfeksi cacing, sebaiknya segera lakukan pengobatan.  Lebih baik lagi jika pengobatan dilakukan dengan pengawasan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Cacing Tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)

Gambar 2. Daur Infeksi Cacing Tambang

Gambar 2. Daur Infeksi Cacing Tambang

Dinamai Cacing Tambang karena cacing jenis ini pertama kali ditemukan oleh pekerja tambang. Infeksi penyakit ini banyak ditemukan di daerah yang hangat dan lembab serta kondisi kebersihan lingkungan yang buruk.

Infeksi cacing tambang termasuk sangat membahayakan. Seekor cacing tambang dewasa bisa menyebabkan kehilangan darah hingga 0,2 ml dalam satu hari. Cacing dewasa memproduksi telur dalam usus. Ia bisa hidup dalam usus manusia selama satu hingga lima tahun. Seekor cacing tambang betina dewasa mampu memproduksi telur sebanyak 10ribu hingga 30ribu telur dalam satu hari. Telur ini nantinya akan dikeluarkan melalui feses. Ia akan bertahan lama di dalam tanah yang lembab dan sejuk seperti di bawah pepohonan yang rindang. Sehingga, jenis cacing ini banyak ditemukan pada tanah-tanah di daerah perkebunan.

Cacing Tambang masuk dalam tubuh manusia tidak hanya melalui makanan. Akan tetapi, larva yang menetas dalam tanah juga bisa masuk melalui kulit.  Terutama pada kulit kaki yang menginjak tanah yang mengandung larva cacing tambang tanpa alas kaki.

Dalam tubuh, Cacing Tambang dewasa menempel pada dinding usus halus. Cacing menempel pada usus dengan menggunakan giginya. Gigitan tersebut menyebabkan  pembuluh darah pada usus mengalami pendarahan. Darah tersebut sebagian dihisap oleh cacing dan sebagian lagi keluar dari usus. Sehingga seringkali ditemui darah pada feses penderita.

Gejala infeksi awalnya tidak terlalu spesifik. Seperti mual, muntah, tidak bernafsu  makan, sakit perut dan berat badan menurun. Gejala lanjut yang lebih spesifik antara lain: semam, batuk, bengek, nyeri di perut, anemia, ruam dan rasa gatal pada kulit.

Cara mendiagnosanya serangan hampir sama dengan jenis penyakit cacing lainnya. Yakni dengan memeriksa feses penderita apakah mengandung telur cacing atau tidak?

Upaya pencegahan yang utama adalah dengan membudayakan pola hidup bersih. Latih anak-anak agar senantiasa mencuci dan  kaki dengan sabun setelah bermain kotor. Demikian juga sebelum makan dan setelah cebok. Cegah anak-anak bermain di tanah atau pasir tanpa sandal, terutama pada musim penghujan.  Karena kondisi tanah yang lembab merupakan media perkembangbiakan yang baik bagi Cacing Tambang.

Untuk anak-anak yang terlanjur terinfeksi, sebaiknya segera lakukan pengobatan. Lebih baik lagi jika pengobatan dilakukan dengan pengawasan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:

  1. Rubrik Kesehatan Keluarga Majalah Ummi Edisi No. 11/XXII/Maret 2011/1432 H.
  2. http://milissehat.web.id/?p=2277
  3. http://hardhita-martanto.blogspot.com/2009/11/cacing-tambang.html
  4. http://nasmiandibiologi.blogspot.com/2013/06/makalah-cacing-cambuk-semoga-bermamfaat.html
  5. http://health.kompas.com/read/2011/10/13/0956226/Infeksi.Cacing.Cambuk.Bisa.Memicu.Anemia

 Sumber Gambar:

1. http://majalahkesehatan.com/5-jenis-cacing-penyebab-cacingan/

2. http://medicastore.com/penyakit/97/Infeksi_Cacing_Tambang.html

3. [Gambar Sampul]  http://kesehatan.us

Penulis: Neti Suriana

Foto Profil dari Neti Suriana
Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...