Kesehatan / Informasi / Cegah Kolesterol dan Resiko Sakit Jantung dengan Jambu Biji

Cegah Kolesterol dan Resiko Sakit Jantung dengan Jambu Biji

Kolesterol dan Resiko Sakit Jantung – Dari segi gengsi jambu biji mungkin kalah keren dibandingkan dari buah-buahan impor seperti apel, pir,  jeruk sunkis, dan anggur. Jambu biji hanya buah-buahan lokal yang bisa diperoleh dengan harga murah. Tapi siapa sangka, buah lokal ini kaya akan zat gizi dan berkhasiat bagi kesehatan. Jambu biji diketahui mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C dan air. Menariknya, kandungan vitamin C jambu biji ternyata dua kali lipat lebih tinggi dari pada kandungan vitamin C jeruk manis dengan berat yang sama. Kandungan vitamin C jambu biji terkumpul pada kulit dan daging buah bagian luarnya.

Hal terpenting yang perlu diketahui adalah bahwa jambu biji bermanfaat menurunkan kolesterol dan resiko sakit jantung. Mengapa bisa begitu? Karena, jambu biji kaya akan serat khususnya pektin. Pektin adalah jenis serat yang larut dalam air. Pektin dalam darah berfungsi mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Singh Medical Hospital and Research Center Morrabad, India, diketahui bahwa jambu biji bermanfaat menurunkan kadar kolesterol  dan trigliserida darah serta tekanan darah pada penderita hipertensi.

Selain itu, jambu biji juga mengandung zat tanin. Zat tanin adalah zat yang menimbulkan rasa sepat pada jambu biji. Bagi tubuh, zat ini berfungsi untuk memperlancar sistem pencernaan dan sirkulasi darah. Sementara kalium pada jambu biji berfungsi mengatur keteraturan denyut jantung, mengatur distribusi nutrisi ke sel-sel tubuh, mengaktifkan kontraksi otot, menurunkan kolesterol total dan mencegah hipertensi. Hasil penelitian lainnya menyebutkan bahwa mengkonsumsi 0,5-1 Kg jambu biji setiap harinya berpotensi menurunkan resiko terserang penyakit jantung hingga 16 persen.

Jadi, jangan pernah remehkan khasiat buah lokal ini. Jambu biji memang terkesan ndeso dengan nama-nama lokalnya yang unik. Seperti di Sumatera masyarakat menyebutnya dengan jambu batu, jambu biawas, berawas, sementara orang jawa menyebutnya dengan jambu klutuk, tetokal, tokal dan sebutan-sebutan khas daerah lainnya. Siapa sangka, jambu biji bermanfaat menurunkan kolesterol dan resiko sakit jantung.

Referensi: Al-Isfari, A.M. 2012. Hidup Sehat dengan Terapi Herbal. As-Salam Publishing. Solo.

Penulis: Neti Suriana

Neti Suriana
Author, content writer, blogger

2 comments

  1. Alhamdulillah di depan rumah saya punya tanaman jambu kluthuk
    Terima kasih Jeng infonya
    Salam hangat dari Surabaya

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...