Kesehatan / Wawasan / Bertahan Tetap Sehat Di Tengah Kabut Asap

Bertahan Tetap Sehat Di Tengah Kabut Asap

Salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan oleh Allah Swt adalah udara bersih dan sehat untuk bernapas. Setiap detik sistem pernapasan kita menghirup berliter-liter oksigen. Lalu, bagaimana jadinya ketika udara yang kita hirup tidak lagi bersih. Melainkan sudah tercemar oleh udara kotor yang dihasilkan dari sisa-sisa pembakaran. Itulah yang terjadi di sebagian besar wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan yang sedang dikepung kabut asap saat ini. Puluhan juta ummat manusia yang tinggal di sana terpaksa harus menghirup udara tidak sehat setiap harinya.

Sumber Foto: news.bisnis.com

Sumber Foto: news.bisnis.com

Kabut asap mengandung uap air, partikel halus dan gas-gas berbahaya yang dapat mengancam kesehatan tubuh. Adapun gas-gas berbahaya yang terdapat dalam kabut asap antara lain karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan gas nitrogen monoksida (NO). Campuran gas dan partikel halus ini memiliki massa yang ringan, sehingga mudah dengan cepat menyebar ke tempat-tempat lain.

Kabut asap tidak hanya berbahaya bagi sistem pernafasan, akan tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Polusi kabut asap jauh lebih berbahaya dari pada polusi udara secara umum. Paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

–          Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

–          Kulit gatal-gatal

–          Iritasi mata

–          Tenggorokan kering

–          Flu

–          Batuk

–          Gangguan pada sistem imun tubuh.

Ya, tidak ada seorang pun yang mau hidup di tengah kepungan kabut asap. Namun, terkadang kita juga tidak bisa berbuat banyak ketika bencana itu sudah melanda. Ketika tidak mungkin untuk keluar meninggalkan lingkungan beracun ini, mau tidak mau kita harus bisa bertahan di tengah kepungan kabut asap ini. Meskipun kita semua menyadari ada bahaya besar yang mengancam kesehatan kita di tengah-tengah bencana asap ini.

Belovers, berangkat dari rasa prihatin dan empati yang dalam terhadap kondisi sahabat dan saudara kita yang tengah terperangkap dalam kepungan kabut asap, blogekstra.com kali ini ingin berbagi sedikit tips agar bisa bertahan di tengah kabut asap.

Gunakan Masker atau Alat Pelindung Pernapasan Saat Bepergian

Cara melindungi diri yang paling sederhana di tengah kepungan kabut asap adalah dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker bermanfaat untuk menyaring udara yang dihirup oleh sistem pernafasan. Memang penggunaan masker tidak menjamin seratus persen keamanan udara yang kita hirup. Akan tetapi minimal penggunaan masker dapat menyaring partikel-partikel halus berbahaya agar tidak terhirup oleh sistem pernafasan.

Hindari Aktivitas Di Luar Ruangan

Sedapat mungkin hindari aktivitas luar ruangan. Karena intensitas kabut asap di luar ruangan tentu jauh lebih pekat dari pada dalam ruangan. Oleh karena itu, jika tidak ada keperluan penting sebaiknya tidak berada di luar ruangan. Khusus untuk anak-anak dan manula sebaiknya dicegah untuk keluar ruangan. Karena, kelompok ini daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah terhadap paparan kabut asap.

Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Daya tahan tubuh yang kuat penting untuk tetap bisa bertahan sehat di tengan paparan kabut asap. Oleh karena itu, pastikan asupan makanan bergizi seimbang bagi tubuh tetap terpenuhi setiap harinya. Makanan bergizi tidak harus mahal. Yang jelas makanan yang kita konsumsi memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral bagi tubuh.

Periksakan Kesehatan Secara Rutin

Efek negatif dari paparan kabut asap terkadang tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, sebaiknya kita memeriksakan kesehatan tubuh khususnya sistem pernafasan secara rutin. Agar dampak negatif dari paparan kabut asap tersebut bisa terdeteksi dengan cepat.

Demikian tips agar bisa bertahan di tengah kabut asap. Semoga bermanfaat!

Penulis: Neti Suriana

Author, content writer, blogger

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...