Kesehatan / Kanker / Sering Sakit Kepala Di Pagi Hari? Waspada Kanker Otak!

Sering Sakit Kepala Di Pagi Hari? Waspada Kanker Otak!

Sering merasakan sakit kepala di pagi hari? Atau sering kesemutan? Atau Anda sering kedutan? Perlu waspada, ada kemungkinan itu adalah gejala dari kanker otak.

Kanker otak biasanya disebut tumor otak. Ada dua jenis kanker otak: tumor otak utama yang terjadi di dalam otak dan tumor otak metastatik yang terjadi di tempat lain dari anggota badan dan kemudian bergerak pindah ke otak. Tumor otak bisa jinak, yakni tanpa sel-sel kanker, atau bisa juga ganas, yakni dengan sel-sel kanker yang bisa berkembang dengan cepat.

Gejala-Gejala Kanker Otak

Kanker otak otak bisa memunculkan banyak gejala, Beberapa gejala paling umum dari kanker otak adalah sebagai berikut. Sakit kepala, biasanya terasa paling parah di pagi hari.

– Mual-mual dan muntah-muntah
– Perubahan pada kemampuan berbicara, mendengar atau melihat.
– Timbulnya masalah dalam kemampuan berpikir dan mengingat
– Timbulnya masalah keseimbangan badan atau keseimbangan saat berjalan
– Otot kaku dan sering kedutan
– Mati rasa atau kesemutan di kaki atau di lengan
– Disfungsi endokrin (perubahan pada hormone atuapun kelenjar-kelenjar)

Faktor-Faktor Penyebab Resiko Terjadinya Kanker Otak

Faktor resiko adalah semua faktor yang mempengaruhi perubahan masalah kesehatan, seperti halnya kanker otak. Meskipun banyak kemungkinan dari penyebab kanker otak telah dan sedang dikaji, namun para peneliti belum sepenuhnya meyakini secara pasti apa saja yang berperan besar sebagai penyebab tumor otak.

Faktor-faktor resiko bisa berkaitan dengan lingkungan, seperti terkena zat-zat kimia tertentu baik di tempat kerja maupun di rumah, makan makanan tertentu, tingkat aktivitas fisik, dan atau pilihan gaya hidup seperti rokok dan penggunaan alkohol. Di sisi lain, faktor-faktor resiko ini juga bisa genetis, atau berdasarkan pada karakteristik yang kita warisi dari orang tua kita.

Faktor resiko lingkungan

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui faktor resiko yang berkaitan dengan lingkungan. Dari banyaknya penelitian itu, hanya satu yang telah jelas menunjukkan bahwa terkena radiasi ionisasi meningkatkan resiko berkembangnya tumor otak. Sebagian penelitian telah membuktikan bahwa sejarah alergi yang terjadi pada dewasa, seorang ibu yang memakan buah dan sayuran selama mengandung, memakan buah dan sayuran ketika anak-anak, dan terkena cacar air ketika masih anak-anak berpotensi menurunkan resiko berkembangnya kanker otak.

Selain itu, yang saat ini diduga kuat berpotensi untuk mempercepat perkembangan tumor otak adalah merokok, pengguaan telepon seluler, dan tinggal di jalur SUTET (saluran udara tegangan tinggi), namun hal itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Faktor-fator resiko genetis

Semua yang merujuk ke gen dapat disebut genetis. Akan tetapi, hanya sekitar 5 sampai 10 persen dari total penderita kanker yang berasal dari faktor genetis ini. Dalam kasus tumor otak warisan ini, mutasi atau perubahan rantai DNA membuat satu gen spesifik, yang diwariskan dari kakek atau nenek ke anak lalu ke cucu.

Umumnya, faktor-faktor resiko genetis ini tidak diwariskan saat lahir, tetapi tumbuh berkembang seiring usia bertambah. Gen merupakan instruksi pengoperasian seluruh tubuh. Ketika sebagian besar gen kita melakukan pekerjaanya sebagaimana yang seharusnya, sejumlah gen mungkin menjadi tidak aktif atau berhenti bekerja sebagaimana mestinya. Ketidakaktifan atau malfungsi ini bisa mengubah cara tumbuh-kembangnya gen, yang pada akhirnya bisa menyebabkan tumbuhnya tumor.

Tumor otak juga bisa berkaitan dengan perubahan kromosom. Setiap sel yang normal dalam tubuh memiliki 23 kromosm. Perubahan kromosom pada otak umumnya terjadi pada kromosom 1, 10, 13, 17, 19, dan 22. Perubahan yang terjadi pada kromosom 1 dan 19 paling sering ditemukan dalam oligodendrogliomas dan perubahan pada kromsom 22 paling sering ditemukan pada meningiomas.

Jika Anda khawatir tentang sejarah keluarga Anda, mulailah membahas masalah ini dengan dokter Anda. Kendatipun screening rutin untuk tumor otak saat ini belum tersedia (seperti halnya untuk kanker payudara dan kanker serviks), namun gejala-gejala seperti sakit kepala dan hilangnya memori tiba-tiba dalam waktu singkat bisa dikaji.

Cara Pengobatan Tumor

Dokter mendiagonsa tumor otak dengan melakukan pengujian neuorologi dan pengujian-pengujian lain, di antaranya MRI, CT scan, dan biospi. Orang yang menderita tumor otak memiliki beberapa opsi pengobatan. Beberapa opsi pengobatan di antaranya adalah pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Banyak di antaranya yang mengkombinasikan ketiga opsi ini. Namun, opsi-opsi pengobatan ini berpotensi untuk menciptakan gejala baru meskipun opsi pengobatan itu mengurangi dampak dari tumor.

Dari uraian di atas, jika Anda merasakan gejala-gejala seperti terlalu seringnya sakit kepala di pagi hari, kesemutan, kehilangan keseimbangan, kedutan, dan kadang kehilangan ingatan walau sesaat, ada baiknya segera periksakan ke dokter, dikhawatirkan itu adalah gejala dari kanker otak. Namun demikian, mudah-mudahan itu hanya penyakit biasa, bukan gejala dari kanker otak.

gambar sampul: www.rsc.org

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...