Kesehatan / Kanker / Kanker Serviks: Penyakit Mulut Rahim yang Sangat Berbahaya

Kanker Serviks: Penyakit Mulut Rahim yang Sangat Berbahaya

Kanker serviks atau kanker mulut rahim

Courtesy: www.mdguidlines.com

Kanker serviks dimulai dari sel-sel yang terletak di serviks, yaitu bagian bawah uterus. Kanker serviks kadang juga disebut sebagiai kanker uterus atau kanker mulut rahim. Umumnya, kanker serviks terjadi di sel-sel yang ada di zona transformasi. Sel-sel ini tidak serta merta berubah menjadi kanker. Namun, secara berangsur-angsur sel-sel yang normal itu berkembang menjadi pra-kanker yang kemudian berkembang menjadi kanker.

Tanda-Tanda dan Gejala Timbulnya Kanker Serviks

Wanita yang menderita kanker serviks tahap awal biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun. Namun gejala dan tanda akan muncul ketika kanker itu sudah mulai berkembang dan menyerang jaringan di sekitar mulut rahim.

Berikut tanda-tanda kanker serviks:

  • Pendarahan pada v4g-ina yang tidak biasa, seperti pendarahan setelah melakukan hubungan badan, pendarahan setelah menopause, pendarahan antara periode menstruasi, dan mengalami menstruasi yang lebih lama dan lebih parah dari biasanya.
  • Keluarnya cairan dari dalam v4-gin4 yang tidak biasa, cairan ini bisa berisi darah dan terjadi antara dua periode menstruasi atau setelah menopause.
  • Rasa sakit ketika sedang melakukan hubungan intim.

Namun, tanda-tanda dan gejala ini bisa juga disebabkan oleh kondisi selain kanker mulut rahim. Sebagai contoh, adanya infeksi yang menyebabkan rasa sakit atau pendarahan. Namun, jika Anda mengalami gejala seperti ini atau gejala-gejala mencurigakan lainnya, segeralah periksa kesehatan Anda. Dengan mengabaikan gejala-gejala ini bisa menyebabkan kanker berkembang ke tahap lebih lanjut dan penurunkan peluang penyembuhan.

Ketahui Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Serviks

Ada beberapa penyebab terjadinya resiko kanker serviks, di antaranya.

1. Inveksi HPV (Human Papilloma Virus)

Faktor resiko paling utama terjadinya  kanker seviks atau kanker mulut rahim adalah infeksi oleh human papilloma virus (HPV). HPV adalah sekelompok virus yang terdiri atas lebih dari 150 virus terkait, yang beberapa di antaranya menyebabkan tipe pertumbuhan kanker yagn disebut papilloma.

HPV bisa menginfeksi sel-sel yang ada di permukana kulit, yang berada di permukaan kelamin, anus, mulut, dan kerongkongan, bukan dalam darah atau organ internal seperti jantung dan paru-paru. Virus HPV bisa tersebar dari satu orang ke orang lain ketika terjadi kontak kulit. Salah satu penyebaran HPV yang paling sering terjadi adalah melalui hubungan s3k5, termasuk v4-gin-4l s3k5, anal s3k5, dan bahkan oral s3k5.

2. Merokok 

Ketika seseorang merokok, ia dan orang di sekitarnya terkena banyak zat kimia penyebab kanker yang berdampak bukan hanya pada paru-paru saja. Zat-zat berbahaya ini diserap melalui paru-paru dan dibawa  ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh. Wanita yang merokok berpeluang dua kali lebih tinggi untuk terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita non perokok. Para ilmuwan meyakini bahwa zat-zat yang ada dalam rokok sangat membahayakan DNA dari sel-sel serviks dan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tumbuh kembangnya kanker serviks. Merokok juga membuat sistem kekebalan tubuh kurang efektif untuk melawan infeksi HPV.

3. HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus penyebab AIDS. Wanita yang terserang HIV lebih tinggi potensinya untuk terkena kanker serviks.

4. Infeksi chlamydia

Chlamydia dikenal sebagai bakteri yang menginfeksi sistem reproduksi. Penyebarannya melalui hubungan s3k5. Infeksi chlamydia dapat menyebakan peradangan pada pinggul, yang kemudian menyebabkan kemandulan. Beberapa penelitian telah menunjukkan resiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks pada wanita yang hasil tes darahnya terbukti mengandung chlamydia.

5. Kekurangan sayur dan buah-buahan

Wanita yang kekurangan sayur dan buah-buahan lebih berisiko untuk terkena kanker serviks.

6. Berat badan berlebih

Memiliki berat badan yang terlalu gemuk juga berisiko terhadap kanker serviks.

7. Penggunaan kontrasepsi oral

Penggunaan pil KB dan pencegah kehamilan secara oral dalam jangka panjang diketahui berpotensi meningkatkan resiko kanker serviks atau kanker mulut rahim.

8. Hamil di bawah usia 17 tahun

Usia wanita yang hamil di bawah 17 tahun lebih rentan terhadap resiko kanker serviks dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang menunda kehamilan di usia 25 tahun atau lebih.

9. Memiliki keluarga yang terkena kanker serviks

Penyakit kanker bisa berkaitan dengan penyakit turunan yang diturunkan lewat DNA. Seorang wanita yang diketahui memiliki anggota keluarga yang terkena kanker serviks berisiko dua kali lipat dibandingkan yang tidak memiliki anggota keluarga dengan kanker serviks.

Cara Pencegahan Kanker Serviks 

Seperti disebutkan gejala-gelaja dan faktor-faktor resiko kanker serviks, pencegahannya adalah lakukan kegiatan atau aktivitas mengurangi resiko terjadinya kanker serviks, termasuk menghindari merokok, hamil di usia muda, penggunaan kontrasepsi oral, tidak melakukan hubungan s3k5 bebas, dan lain sebagainya.

Cara Deteksi Dini

Disebutkan di atas bahwa orang yang terkena kanker serviks atau kanker mulut rahim di stadium awal tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mengetahuinya adalah lakukan pemeriksaan berkala, yakni screening dengan menggunakan uji Pap (yang bisa uga dikombinasikan dengan pengujian HPV).

Dengan deteksi dini sangat berpotensi untuk keberhasilan penyembuhan dan pencegahan sel-sel serviks berubah menjadi kanker.

Jika masih stadium dini atau baru mulai berkembang, pengobatannya dapat dengan mudah menggunakan penyinaran laser. Namun, jika sudah stadium awal, pengobatannya mengunakan kemoterapi dan radio terapi yang diketahui berbiaya tinggi. Akan tetapi, jika sudah sampai tahap stadium lanjut, sangat tipis peluangnya untuk sembuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Ilustrasi: canabisoils.ca

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...