Kesehatan / Informasi Obat / Akhirnya Vaksin Malaria Disepakati Untuk Pertama Kalinya

Akhirnya Vaksin Malaria Disepakati Untuk Pertama Kalinya

Kabar gembira datang bagi dunia kesehatan, karena untuk pertama kalinya vaksin malaria disepakati oleh European Medicine Agency (EMA), yakni perusahaan yang mengembangkan vaksin anti malaria ini. Setelah 30 tahun penantian, akhirnya potensi pencegahan terhadap korban malaria akan sangat besar prosentasenya.

Memang dibutuhkan waktu lebih dari 30 tahun bagi para ilmuwan untuk mengembangkan vaksin anti malaria ini yang bernama Mosquirix, yang disebut juga RTS,S. Vaksin ini dirancang untuk mencegah malaria pada anak-anak usia 6 minggu sampai 17 bulan di Sub Sahara, Afrika. Daerah ini menghadapi kematian akibat malaria hampir setengah juta anak setiap tahunnya.

Malaria salah satu penyebab kematian jutaan jiwa setiap tahun Courtesy: www.phys.com

Malaria salah satu penyebab kematian jutaan jiwa setiap tahun
Courtesy: www.phys.com

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO akan menguji bagaimana vaksini ni digunakan bersama dengan alat-alat lain dan memberikan rekomendasi pada penerapannya dalam program-program imunisasi di Afrika ketika vaksin malaria ini disetujui oleh para pejabat berwenang di daerah itu. Vaksin malaria ini rencananya akan diproduksi dan distribusikan secara gratis.

Vaksin ini menjadi vaksin pertama vaksin manusia yang berlisensi terhadap penyakit parasit ini dan dapat membantu mencegah jutaan kasus malaria di berbagai negara yang menggunakannya.

Mosquirix juga sebagian di danai oleh Bill & Melina Gates Foundation. Bersama dengan European Medicine Agency, didukung oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), para ilmuwan terus melakukan penelitian dan pengembangan karena melihat banyaknya korban jiwa akibat malaria ini, terutama di Sub Sahara Afrika. Di wilayah ini saja, sepanjan tahun 2013 tercatat kematian akibat malaria sekitar 584 ribu jiwa. Belum di wilayah Asia, dan Amerika Latin, di mana lebih dari 80% korbannya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Vaksin malaria ini pertama kali diciptakan pada tahun 1987. Data yang dikumpulkan dan dikaji oleh EMA  diambil dari uji coba klinis fase 3 pada 16 ribu anak di berbagai negara di Afrika. Setelah 18 bulan, GlaxoSmithKline (GSK), pabrikan vaksin ini, menemukan tingkat kemujaraban vaksin ini sebesar 46% terhadap malaria klinis dan 36 persen terhadap malaria akut pada anak-anak usia lima hingga 17 bulan. Pada bayi usia enam sampai 12 minggu, vaksin anti malaria ini menunjukkan tingkat kemujaraban terhadap malaria klinis sebesar 27% dan malaria akut sebesar 15%.

Kendati tingkat kemujaraban dari vaksin anti malaria ini rendah, namun para peneliti mengatakan bahwa vaksin malaria inilah satu-satunya yang ada sampai saat ini dan akan menyelamatkan banyak jiwa akibat penyakit malaria bawaan sejak lahir. Vaksin ini juga juga menunjukkan kemujaraban beberapa tahun setelah vaksinasi awal.

Menurut Moncef Sloui, salah satu penemu vaksin malaria ini sekaligus pimpinan proyek GSK Vaccines sangat meyakini bahwa mereka akan terus mengembangkan dan meningkatkan tingkat kemujaraban melalui penelitian lebih lanjut.  Di akhir masa penelitian dan uji coba vaksin ini, para peliti menemukan bahwa lebih dari 6000 kasus malaria klinis tercegah untuk setiap 1000 anak yang telah diberi vaksin di wilayah-wilayah dengan trasmisi tinggi.

Dengan ditemukannya vaksin ini, para peneliti akan terus melakukan pengkajian lebih lanjut untuk meningkatkan tingkat kemujaraban, dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk orang dewasa.

Sumber: www.mexico.cnn.com

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...