Kesehatan / Alternatif / Mengobati Luka Bakar Ringan Dengan Garam

Mengobati Luka Bakar Ringan Dengan Garam

Luka bakar ringan adalah luka bakar yang tergolong derajat 1 dan 2. Derajat satu memiliki ciri klinis seperti kemerahan, rasa sakit seperti tersengat dan adanya gelembung cairan (blister). Sedangkan derajat kedua dimulai dari blister, keluarnya cairan bening ketika gelembung pecah dan rasa sakit atau nyeri.

Luka bakar ringan hanya terjadi pada lapisan kulit (epidermis) dan tidak sampai ke lapisan dalam. Luka bakar seperti seperti terkena knalpot motor, tersundut rorkok, terkena setrika, terkena wajan panas, terkena cipratan minyak panas, terkena logam panas sepertinya hampir umum dialami banyak orang. Namun, penanganan darurat yang dilakukan cenderung bersifat sementara untuk menghilangkan rasa panasnya saja seperti pemberian odol, es atau semacamnya.

Padahal setelah itu biasanya terjadi gelembung-gelembung di kulit berisi cairan pada daerah yang terkena panas dan rasa seperti tersengat, sakit dan nyeri tidak hilang dalam waktu yang cukup lama dan akan berbekas nantinya. Meskipun sekarang ini banyak obat luar untuk mengatasi luka bakar seperti ini, tetapi akan membutuhkan waktu yang lama apabila produk tersebut tidak kita miliki di tempat kejadian dan tentuny luka bakar sudah teranjur menggelembung.

Untuk mengatasinya saya akan ceritakan cara ampuh yang biasa dilakukan di keluarga kami secara turun-temurun. Bila terkena knalpot motor atau wajan panas misalnya, jangan menunggu lama cari saja garam dapur atau garam krosok (garam dapur yang butiranya besar-besar) dengan jumlah banyak dan langsung saja tempelkan pada luka bakar kemudian diikat kain dan biarkan beberapa saat sampai rasa perihnya hilang.

 garam dapur

Rasanya memang perih tetapi hasilnya bagus, tidak akan menggelembung, tidak akan sakit seperti tersengat setelahnya dan bekas luka biasanya tidak berbekas (tergantung karakteristik kulit). Namun syaratnya adalah sesegera mungkin memberikan garam ini sesaat setelah kejadian, jangan sampai menunggu lama karena tidak akan banyak berpengaruh dan kemungkinan menggembung tetap terjadi.

Contoh Kejadian

Ketika ayah saya secara tidak sengaja memegang stang sepeda yang ternyata baru saja di las karena Beliau tidak mengetahuinya. Bayangkan saja hampir seluruh telapak tangan kontak dengan bidang panas. Kemudian Beliau langsung memasukan tanganya ke plastik yang diisi garam sampai dua bungkus besar, seperti sarung tinju berisi garam kemudian diikat. Karena cukup parah keesokan sore harinya baru dibuka, meskipun masih terlihat kemerahan namun tidak terjadi penggembungan dan tidak ada rasa tersengat setelahnya.

Sewaktu kecil, kakak saya bermain plastik yang dibakar, namanya anak-anak ternyata plastik itu terinjak dan menempel di telapak kaki padahal apinya masih menyala. Dengan cepat diberikan garam dan dibungkuskan ke kakinya. Keesokan harinya dibuka dan tidak terjadi penggembungan.

Sebagai catatan, metode ini tidak harus diikuti jika tidak tahan rasa perihnya dan hanya diberikan pada luka bakar ringan saja, akan lebih baik bila  siapkan obat luka bakar dirumah.

Penulis: jopik

Foto Profil dari jopik

2 comments

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

http://cdn.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2014/11/04/6842/664xauto-awas-usia-25-tahun-ke-atas-rentan-alami-penuaan-dini-141104j.jpg

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...