Kesehatan / Wawasan / Tips Mengatasi Bahaya Abu Vulkanik

Tips Mengatasi Bahaya Abu Vulkanik

Bagaimana cara mengatasi bahaya abu vulkanik? Letusan Gunung Kelud Kediri yang terjadi Kamis malam lalu (13/2/2014) ternyata membawa dampak yang sangat luas. Selain banyaknya bangunan yang rusak di pemukiman penduduk yang dekat dengan lokasi letusan, masyarakat di sejumlah provinsi dalam ratusan kilometer juga terkena dampaknya. Hujan abu menyebar hingga ke berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan hingga sampai ke Yogyakarta.

Bahaya Abu Vulkanik

Yogya Tak Luput dari Bahaya Abu Vulkanik Kelud (foto:tempo.co)

Kalau di radius terdekat ketebalan abu vulkanik mencapai hingga beberapa centimeter, di berbagai daerah yang jauh abu vulkanik juga relative cukup tebal meski hanya beberapa millimeter. Parahnya, abu vulkanik juga menyelimuti udara hingga mengancam kesehatan masyarakat secara luas. Bahkan hingga dua hari pasca letusan, ketebalan abu vulkanik yang menyelimuti udara masih cukup tebal sehingga masyarakat harus selalu waspada.

Dari hasil uji lingkungan udara di Yogyakarta dan Surabaya pasca letusan yang dilakukan DitJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, abu vulkanik yang menyelimuti udara ternyata banyakmengandung unsur yang cukup berbahaya untuk kesehatan. Unsur logam dalam abu meliputi Fe, Zn, Cu, maupun Mn. Begitu juga unsur keasamannya cukup tinggi meski masih di bawah baku standar.

Sedangkan dampak atau bahaya abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pernapasan, penyakit mata, iritasi kulit, serta pengaruh lainnya. Abu vulkanik yang ukurannya sangat kecil, bahka seukuran bedak dapat terhirup nafas dan menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan gangguan pada paru. Untuk orang yang telah terkena sejumlah penyakit pernafasan, abu vulkanik dapat memperparah kondisi.

Lantas bagaimana cara mencegah maupun mengatasi bahaya abu vulkanik, berikut beberapa hal yang sebaiknya anda tahu.

  1. Tutup dan lindungi berbagai makanan, air minum, maupun air bersih, termasuk bak air yang biasa digunakan untuk minum ataupun memasak.
  2. Sebaiknya tunda aktivitas di luar rumah dimana udara belum bersih dari abu vulkanik. Kalaupun harus keluar rumah gunakan masker yang sedikit dibasahi untuk mencegah partikel vulkanik masuk dalam pernafasan. Gunakan juga kata mata dan pakaian yang rapat agar abu tidak menyentuh kulit maupun masuk ke mata.
  3. Selalu gunakan air minum yang dimasak dan minum banyak minum air putih untuk membantu meningkatkan kesehatan.
  4. Selalu siapkan peralatan P3K di rumah untuk kondisi darurat. Kalau terjadi gejala ringan seperti mata perih berikan obat tetes mata, atau jika batuk ringan perbanyak minum air putih. Jika gejala akibat bahaya abu vulkanik itu berlanjut tak perlu sungkan untuk segra memeriksakan ke dokter atau puskesmas.

Penulis: joesck

Foto Profil dari joesck
Ghost Writer yang Senang Jalan-jalan dan Menyukai Fotografi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...