Kesehatan / Wawasan / Mitos Yang Salah Seputar Puasa Ramadhan

Mitos Yang Salah Seputar Puasa Ramadhan

Memasuki bulan Ramadhan, sebagian dari kita mungkin mendengar mengenai mitos seputar puasa dan akhirnya mau tidak mau menjadi bertanya – tanya tentang kebenarannya dan gawatnya lagi ada yang malah mempercayai mitos yang salah seputar puasa. Nah, agar tidak bertanya – tanya dan mempercayai hal – hal yang keliru, mari kita simak beberapa mitos yang salah seputar puasa.

puasa1. Penderita Maag Dilarang Puasa

Kita harus mengetahui dulu jenis maag yang sedang diderita. Karena pada dasarnya ada 2 jenis kelainan pada penderita maag yaitu penderita maag dengan luka lambung dan penderita maag karena asam lambung yang berlebihan. Untuk penderita maag dengan luka lambung memang harus berkonsultasi dulu dengan dokter apabila berniat untuk melaksanakan puasa, karena bisa mengakibatkan pendarahan apabila tidak ditangani dengan benar. Sedangkan untuk penderita maag dengan asam lambung berlebihan ini erat berkaitan dengan masalah psikis. Justru dengan berpuasa kemungkinan terserang gejala maag akan semakin berkurang. Karena emosi lebih stabil dan gaya hidup yang tidak sehat lainnya seperti mengkonsumsi makanan berminyak, makan tidak teratur dll menjadi lebih terkontrol.

2. Berbuka Puasa Dengan Yang Manis – Manis

Selama berpuasa, wajar kalau badan kita terasa lemas. Ini disebabkan kadar gula darah yang menurun. Sedangkan gula darah ini yang akan diubah pertama kalinya menjadi energi. Sehingga banyak orang berpikir bahwa berbuka dengan makanan dan minuman yang manis – manis akan segera mengembalikan energi. Padahal yang perlu diperhatikan adalah banyak sedikitnya jumlah makanan dan minuman manis yang kita konsumsi.. Terlalu banyak makan dan minum yang manis juga tidak baik, karena akan membuat berat badan naik. Yang penting perhatikan jumlahnya, jangan terlalu banyak, konsumsi secukupnya untuk mengembalikan energi.

3. Langsung Tidur Setelah Makan Sahur Akan Membuat Gemuk

Bukan tidurnya yang membuat gemuk, tetapi jumlah makanan yang dikonsumsi. Tidur setelah makan sahur tidak akan membuat kita menjadi gemuk. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah makanan yang kita makan saat sahur. Pada umumnya, banyak orang yang salah kaprah tentang makan sahur banyak – banyak karena akan berpuasa sepanjang hari. Hal ini tentu saja keliru. Sahur dengan makanan yang berat dan berlemak seperti junk food atau nasi padang justru akan menaikkan berat badan kita.

4. Sahur Atau Tidak Sama Saja

Menurut ahli kesehatan, tidak baik apabila kita hanya makan sehari sekali saja. Apabila kita merasa masih kenyang saat waktunya makan sahur, sebaiknya jangan biarkan perut kita kosong. Ganti makanan dengan cairan elektrolit sehingga zat – zat yang dibutuhkan tubuh tidak cepat terbuang seperti minum jus buah atau susu. Atau bisa dengan mengkonsumsi makanan ringan yang berserat tinggi seperti roti gandum dan oatmeal. Ini sangat baik karena akan membantu gula darah agar tidak terlalu drop.

5. Langsung Makan Sepuasnya Saat Berbuka Puasa

Ini tentu saja tidak baik untuk usus kita. Karena selama waktu puasa, perut terkondisikan dalam keadaan kosong. Kemudian tiba – tiba masuklah makanan berat dengan jumlah yang banyak. Sebaiknya, lakukan proses makan secara bertahap, seperti sedikit snack atau buah kurma saat berbuka. Setelah 30 menit kemudian baru boleh mengkonsumsi makanan lebih berat. Tetapi tetap di ingat, lakukan bertahap, agar jumlah yang masuk tidak langsung banyak. Jaga usus kita selama berpuasa, agar tidak terjadi gangguan dan menyebabkan puasa tidak berjalan lancar.

Selamat berpuasa :)

Penulis: Anna yosefina

Foto Profil dari Anna yosefina
Seorang blogger yang suka dunia tulis-menulis. - www.citrawanita.com -

2 comments

  1. wah..terimakasih infonya, sangat bermanfaat !

  2. selamat ya mbak anna, artikelnya menang kontes :)

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...