Kesehatan / Reproduksi / Kenalan dengan Kista Endometriosis Yuk !

Kenalan dengan Kista Endometriosis Yuk !

Sebagai wanita, wajib bagi kita untuk lebih menyadari pentingnya kesehatan pada organ – organ reproduksi. Kesadaran ini harus dimulai sejak dini, bahkan sejak seorang gadis mengalami masa menstruasi pertama kalinya. Mengapa demikian ? Karena gangguan kesehatan khususnya penyakit pada organ reproduksi wanita tidak hanya terjadi pada wanita yang sudah menikah, tetapi pada perkembangannya dialami pula oleh remaja yang belum menikah. Contoh penyakit pada organ reproduksi adalah kista endometriosis. Apa dan bagaimana sih gejala kista endometriosis ?

EndometriosisSaat pertama kali seorang wanita didiagnosis mengalami kista endometriosis, pasti ada perasaan takut dan bertanya – tanya apakah penyakit ini sejenis kanker ? Apakah penyakit ini mematikan ? Apakah yang harus dilakukan agar kista bisa hilang ? Saya pun demikian pada awalnya karena kurangnya informasi tentang penyakit ini, tetapi saya akhirnya sadar bahwa informasi yang lengkap sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan pada diri kita. Kista endometriosis dipastikan bukan kanker. Tetapi pada perkembangannya apabila kita tidak benar – benar menjaga gaya hidup kita dan cenderung menyepelekan kista ini, bukan tidak mungkin perkembangannya bisa mengarah kepada kanker.

Kista endometriosis yang dikenal dengan kista coklat adalah suatu kondisi dimana jaringan yang melapisi rahim mulai tumbuh diluar itu. Lebih mudahnya kita bayangkan seperti kantong yang berisi gumpalan darah berwarna merah pekat cenderung coklat dan menempel di luar rahim, bisa menempel pada daerah panggul, indung telur, usus, rektum dan kandung kemih. Bentuknya bisa seukuran kacang bahkan bisa sebesar buah anggur. Gejala awal yang harus diwaspadai adalah apabila kita sering mengalami nyeri hebat pada saat menstruasi, nyeri pada perut bagian bawah, pada punggung bawah bahkan pada pinggul. Sebagian besar wanita pasti mengalami nyeri saat menstruasi terutama pada awal periode menstruasi, tetapi apabila nyeri yang dialami sudah melebihi batas normal, sudah saatnya kita perlu waspada. Gejala lain seperti perut terasa kembung, sulit buang air kecil, menstruasi tidak teratur, sakit saat senggama dan gejala – gejala lain yang mirip orang sedang hamil seperti mual, muntah dan pengerasan p4yu-d4-ra. Kemudian jika kista sudah mulai membesar, kita akan mengalami lebih panjangnya periode menstruasi dan volume yang berlimpah.

Bagaimana kista endometriosis bisa terjadi? Beberapa ahli mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena menstruasi yang bergerak mundur, dimana darah menstruasi masuk kembali ke saluran telur dengan membawa jaringan (endometrium) dari lapisan dinding rahim. Yang lain mengatakan bahwa penyakit ini karena kurangnya pertahanan tubuh dalam menangkal radikal bebas. Ada juga yang mengatakan bahwa penyakit ini karena keturunan atau faktor gen yang menentukan.

Apakah kista harus dioperasi ? Tidak semua kista harus dioperasi, tergantung pada kondisi kista itu sendiri. Apakah memang perlu diangkat atau cukup mengecil dengan dilakukan terapi. Operasi tidak menjamin kista tidak akan muncul kembali, justru bisa mencederai indung telur. Jadi memang harus betul – betul diperhatikan dan diperhitungkan resiko dan manfaat yang diperoleh sebelum memutuskan untuk melakukan operasi. Teknik pembedahan yang dianjurkan oleh dokter biasanya adalah melalui laparoskopi yaitu dengan membuat dua atau tiga lubang kecil di perut pasien sebagai jalan untuk memasukkan kamera dan lainnya untuk pembedahan. Tetapi teknik operasi ini lebih mahal daripada operasi terbuka karena lebih sedikit mencederai organ.

Bagaimana cara menghilangkan kista endometriosis dan kista yang lain ? Caranya adalah dengan menjaga keseimbangan hormon. Meskipun sudah dilakukan operasi, tetapi apabila keseimbangan hormon tidak dijaga tetap bisa mengakibatkan munculnya kista kembali. Keseimbangan didapat dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, konsumsi lebih banyak sayuran, buah – buahan, vitamin, tinggalkan kebiasaan merokok, hindari minuman keras dan bersoda, hindari makanan dengan lemak jenuh, istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur. Hindari stres yang berlebihan dan selalu berpikiran positif.

Saya yakin semua penyakit pasti ada obatnya, sebagaimana semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Intinya semua bersumber kepada diri kita sendiri, bagaimana kita menjaga tubuh, pikiran dan hati kita menjadi lebih sehat. Tentunya tugas kita adalah berusaha sebaik – baiknya dan jangan lupa untuk tetap berdoa.

Semoga bermanfaat :)

 gambar dari : thehealthside.com

Penulis: Anna yosefina

Foto Profil dari Anna yosefina
Seorang blogger yang suka dunia tulis-menulis. - www.citrawanita.com -

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...