Kesehatan / Wawasan / Bipolar Disorder, Butuh Dimengerti Dan Bukan Dijauhi

Bipolar Disorder, Butuh Dimengerti Dan Bukan Dijauhi

Bipolar Disorder adalah suatu penyakit psikologi yang berupa gangguan pada perasaan (mood) yang berganti secara tiba – tiba dengan cepat dan ekstrim pada dua kutub (bipolar) berlawanan, yaitu perasaan bahagia (manik) dan kesedihan yang mendalam (depresi). Menulis tentang Bipolar Disorder mengingatkan saya tentang orang yang pernah dekat dengan saya, yang mungkin karena beberapa hal tidak mau berusaha mencoba untuk menerima keadaan dan mencari solusi yang tepat bagi masalahnya. Keadaannya yang terus menerus tidak menentu ini yang pada akhirnya dapat melukai perasaan orang – orang di sekelilingnya. Gangguan Bipolar membuat si penderita sendiri merasa tertekan dan tidak mengerti mengapa mereka seperti itu. Terkadang semua hal yang dilakukan bukan atas kemauan mereka, tetapi mereka tidak memiliki kontrol yang baik untuk menangani mood swing mereka yang demikian ekstrim.

bipolar disorderSetiap orang secara umum memang memiliki ketidakstabilan emosi, terkadang mengalami suasana hati yang sedang baik, terkadang juga memiliki suasana hati yang sedang buruk. Tetapi berbeda dengan Bipolar Disorder. Bipolar Disorder pada saat mengalami fase bahagia (manik) bisa merasakan gembira yang luar biasa, bahagia yang luar biasa, energi yang berlebihan dan tidak merasakan capek, bisa berbicara banyak bahkan orang tidak bisa menyela pembicaraannya, idenya sangat banyak, percaya diri yang luar biasa, kebanyakan juga tidak membutuhkan tidur karena ide – ide yang selalu bersliweran di pikirannya tetapi tanpa lelah sedikitpun, serta keinginan seksualnya tidak terbendung. Biasanya keadaan manik ini terjadi minimal satu minggu, sebagian besar bahkan bisa lebih dari dua minggu. Kemudian keadaan bisa berbalik secara tiba – tiba menjadi fase depresi. Dimana pada saat itu, penderita akan mengalami kesedihan yang luar biasa mendalam, sering kesalahan yang sedikit saja akan menyebabkan mereka merasa sangat bersalah, tidak berguna bahkan ada niat untuk bunuh diri. Mereka juga akan kehilangan minat yang selama ini dalam kondisi normal mereka sukai, dan sering merasa bersalah tanpa sebab. Pada fase depresi, Bipolar Disorder juga menjadi lebih mudah tersinggung, mudah marah, merasa diri memiliki kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain, bahkan sering mendengar suara – suara yang orang lain tidak mendengar dan banyak diantara mereka yang mengartikan itu suara dari Tuhan. Hal – hal semacam itu, tentu saja tidak mudah untuk orang – orang terdekat mereka dalam menghadapi fase demi fase. Terutama apabila si penderitanya sendiri tidak mau keluar dari lingkaran fase – fase yang melelahkan jiwa mereka juga. Tidak mau mungkin karena malu, atau memang merasa tidak ada yang salah dengan diri mereka.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Dokter Danardi Sosrosumihardjo SpKJ(K) terdapat tiga jenis Bipolar Disorder. Yaitu Bipolar Disorder tipe 1, Bipolar Disorder tipe 2, dan Unipolar. Untuk Bipolar Disorder tipe 1 dan tipe 2, sama – sama memiliki fase manik dan depresi, perbedaannya terletak pada fase maniknya. Bipolar Disorder tipe 2 memiliki fase manik setengah dari Bipolar Disorder tipe 1 atau yang disebut hipomanik.┬áTetapi tidak menutup kemungkinan, penanganan lebih cepat juga dibutuhkan. Karena Bipolar Disorder tipe 2 pun bisa berubah menjadi tipe 1 apabila tidak segera disadari dan ditangani.

Mengetahui apakah seseorang menderita Bipolar Disorder memang hanya psikiater yang bisa menentukan. Karena psikiater bukan hanya mewawancarai tetapi juga menanyakan tentang riwayat hidup sejak kecil, anak – anak dan remaja, adakah riwayat depresi atau tekanan – tekanan sejak masih kecil. Psikiater juga akan mewawancara keluarga pasien sehingga bisa menentukan dan menegakkan diagnosa. Satu hal yang harus dipatuhi adalah, pada saat bertemu dengan psikiater, pasien harus jujur dengan keadaannya dan dalam menjawab pertanyaan – pertanyaan. Karena pada kondisi normal, memang seorang Bipolar Disorder tidak terlihat memiliki penyakit psikologi, sehingga sulit untuk diketahui. Gangguan Bipolar bisa terjadi pada usia yang relatif muda yaitu dibawah 15 tahun.

Apakah seorang Bipolar Disorder bisa bekerja kantoran atau bekerja di bidang lain secara normal? ( lanjut ke halaman / pages 2 )

Penulis: Anna yosefina

Foto Profil dari Anna yosefina
Seorang blogger yang suka dunia tulis-menulis. - www.citrawanita.com -

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Takut Tua? Ini Dia 9 Cara Menghindari Penuaan Dini

Penuaan merupakan hal yang wajar bagi manusia. Memasuki usia 30, kemampuan kulit ...